Jakarta –
Transaksi ekonomi selama periode Ramadan di Jakarta tercatat telah menembus Rp 21 triliun. Angka tersebut didorong oleh peningkatan aktivitas di berbagai sektor, mulai dari ritel, pusat perbelanjaan hingga perhotelan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan capaian tersebut dilaporkan per 20 Maret 2026. Ia optimistis angka transaksi masih akan terus meningkat dalam beberapa hari ke depan.
“Per hari ini tadi saya diberikan laporan dari Asisten Perekonomian dan Keuangan, transaksi di Jakarta sudah Rp 21 triliun. Mudah-mudahan masih ada 5 hari, kami ingin memecahkan rekor harapannya di atas Rp 23-24 triliun,” kata Pramono di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (20/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretariat Daerah DKI Jakarta, Suharini Eliawati, menjelaskan capaian tersebut berasal dari program promosi belanja yang digelar sejak awal Maret. Menurutnya, sektor ritel dan pusat perbelanjaan menjadi penyumbang terbesar, termasuk kawasan Tanah Abang yang ramai dikunjungi warga menjelang Lebaran.
Selain itu, sektor perhotelan juga ikut menyumbang peningkatan transaksi. “Jadi memang Jakarta mengadakan lomba diskon yang dimulai tanggal 4 Maret sampai akan kita akhiri tanggal 31 Maret. Nah, cut-off pada tanggal hari ini, transaksi itu sudah di atas Rp 21 triliun,” ujar eli.
Ia menambahkan, program ‘Mudik ke Jakarta’ juga turut memberikan kontribusi terhadap perputaran ekonomi. Sejumlah kota seperti Semarang dan Surabaya tercatat ikut menyumbang transaksi dalam program tersebut.
(bel/ygs)






