PRESIDEN Prabowo Subianto berbicara mengenai realisasi proyek makan bergizi gratis (MBG) saat bertemu dengan sejumlah tokoh di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Rabu malam, 17 Maret 2026. Kreator konten sekaligus pengusaha, Mardigu Wowiek Prasantyo, yang hadir dalam pertemuan itu menceritakan bahwa ia mendapat perspektif baru tentang MBG usai duduk selama 6 jam 30 menit bersama Prabowo.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Menurut Mardigu, Prabowo akan menyusun ulang desain distribusi MBG melalui sistem seleksi kepada para penerimanya. Ke depan, kata dia, hanya sekolah-sekolah yang bersedia menerima MBG yang akan mendapatkan kotak makan siang.
“Jadi kalau sekolah atau orang tua murid sepakat tidak menerima, ya, nggak apa-apa, nggak ada paksaan gitu,” kata Mardigu saat dihubungi pada Jumat, 20 Maret 2026.
Mardigu pun setuju bahwa MBG bisa menjadi tepat sasaran bila disalurkan kepada siswa atau penerima manfaat lain di daerah tertinggal, terdepan dan terluar atau 3T. Dia juga menilai program MBG yang telah berjalan lebih dari 1 tahun masih bisa untuk disesuaikan dengan kebutuhan lapangan.
Adapun yang menjadi tantangan dalam program MBG, menurut Mardigu, adalah penyampaian informasi dari pejabat publik yang kerap tersendat. Dia memprediksi MBG bisa mendapat sambutan lebih baik di masyarakat kala pemerintah mampu menerjemahkan keinginan Prabowo. Salah satunya dengan menyampaikan bahwa sekolah, siswa, dan orang tuanya bisa menolak MBG.
“Istilahnya tinggal komunikasikan ke publik saja bahwa ini bagus nih kalau (penerimanya) selected gitu,” kata dia.
Mardigu dan tokoh lain turut memberi masukan ke Prabowo agar informasi itu bisa segera disampaikan kepada masyarakat. Perbincangan mereka dimoderatori oleh konsultan politik sekaligus mantan kepala kantor komunikasi kepresidenan PCO, Hasan Nasbi.
Selain Mardigu, sejumlah tokoh yang mengikuti persamuhan itu adalah pendiri Narasi Newsroom, Najwa Shihab; pemimpin redaksi SCTV dan Indosiar, Retno Pinasti; ekonom dan mantan menteri keuangan, Muhammad Chatib Basri; pendiri Freedom Institute, Rizal Mallarangeng; dan Direktur Eksekutif CORE, Muhammad Faisal.
Dalam sesi tanya jawab, Prabowo menjelaskan bahwa dari puluhan ribu dapur makan bergizi gratis atau satuan pelayanan pemenuhan gizi, terdapat 1.030 unit di antaranya yang diberhentikan sementara karena bermasalah. Menurut dia, penutupan sementara itu berfungsi sebagai langkah evaluasi agar setiap dapur memenuhi standar operasional.
Mantan Menteri Pertahanan itu juga mengaku setiap MBG diserang, maka ia akan mengecek kebenarannya kepada Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana. “MBG diserang sama itu, saya langsung cek. Saya panggil kepala BGN dan saya terus cross check,” ujar Ketua Umum Partai Gerindra ini.






