Jakarta –
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Agus Suryonugroho mengatakan one way nasional untuk arus mudik Lebaran tahun ini akan berakhir besok. Kebijakan itu juga akan melihat situasi lalu lintas di jalan tol.
“Rencana penutupan one way nasional mudik itu akan kita evaluasi besok (Sabtu) pagi. Kalau memang bangkitan arus sudah tidak ada tanda-tanda, flow di tol itu masih lenggang, termasuk juga traffic counting-nya rendah, nanti akan kita cabut untuk dihentikan one way nasional mudik. Kemungkinan siang akan kita (cabut),” kata Irjen Agus di Bundaran HI, Jakarta, Jumat (20/3/2026).
Irjen Agus menyebut hingga Kamis (19/3) malam kondisi lalu lintas cenderung landai. Koordinasi akan dilakukan kepada sejumlah pihak terkait penutupan one way nasional ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Besok akan kita evaluasi dan kami lakukan kolaborasi dengan stakeholder, baik Pak Menteri Perhubungan, Dirut Jasa Marga, termasuk kami akan melapor kepada Bapak Kapolri. Mungkin one way arus mudik akan kami cabut. Jamnya berapa nanti akan kami sampaikan,” tuturnya.
Kakorlantas menjelaskan puncak arus mudik telah terlewati dengan 270.000 kendaraan yang melintas dalam satu hari. Ada peningkatan 4,2 persen jumlah kendaraan saat puncak arus mudik dibandingkan tahun lalu.
“Yang kedua untuk di jalan tol, kita ketahui bahwa arus puncak mudik ini pada tanggal 18, 19. Jadi, kurang lebih 270.000 kendaraan, arus puncak tahun ini. Kalau dibandingkan dengan tahun lalu itu ada peningkatan 4,26%,” sebutnya.
Diketahui, penerapan one way nasional resmi diberlakukan di Tol Trans Jawa hari Rabu (18/3). One way nasional diberlakukan mulai Km 70 Tol Jakarta-Cikampek (Japek) hingga Km 414 Tol Kalikangkung.
One way nasional diberlakukan sejak pukul 13.30 WIB. Pemberlakuan one way nasional ini diberlakukan seusai seremoni flag off oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi.
(ial/ygs)





