Sehari Bersama Eddy Soeparno di Bulan Ramadan: dari Sahur hingga Kampus

Jakarta

Bulan Ramadan menjadi momen refleksi sekaligus tetap produktif bagi Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno. Dalam kesehariannya, ia tetap menjalankan aktivitas padat sebagai pejabat publik, mulai dari sahur bersama keluarga hingga agenda kerja yang menyasar generasi muda.

detikcom berkesempatan mengikuti langsung aktivitas Eddy selama Ramadan. Hari dimulai sejak sahur bersama keluarga. Meski sederhana, momen ini menjadi waktu penting untuk kebersamaan.

Sang istri, Sawitri Soeparno, mengungkapkan aktivitas sang suami justru cenderung lebih padat selama Ramadan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Nggak bisa dibilangin, tetap saja kegiatannya seperti biasa. Malah lebih banyak karena start-nya lebih awal,” ujar Sawitri, dikutip dari 20detik, Rabu (18/3/2026).

Meski demikian, waktu keluarga tetap dijaga, terutama saat berbuka puasa hingga salat tarawih yang kerap dilakukan bersama.

Sosok Terstruktur di Balik Kesibukan

Di balik kesibukan sebagai pejabat negara, Eddy dikenal sebagai sosok yang terorganisir. Bahkan untuk urusan perjalanan dinas, ia sudah menyiapkan segala kebutuhan jauh-jauh hari.

“Contohnya gini, Bapak misalnya jadwal keluar kotanya tuh bulan ini misalnya ada empat (kota) gitu. Itu kopernya sudah tertata untuk 4 destinasi itu,” ujar Sawitri.

“Dan Bapak sendiri udah jauh-jauh hari, semuanya udah ready. Jadi pas hari H-nya tinggal tutup,” sambungnya.

Kedisiplinan ini menjadi kunci untuk tetap produktif di tengah jadwal yang padat, termasuk selama Ramadan.

MPR Goes to Campus, Dekatkan Isu Lingkungan ke Mahasiswa

Di hari yang sama, Eddy bertolak ke Bandung untuk menjalankan program ‘MPR Goes to Campus’. Agenda ini bertujuan menyosialisasikan isu-isu strategis seperti krisis iklim dan transisi energi kepada mahasiswa.

Apalagi, Eddy merupakan salah satu anggota Komisi XII DPR RI yang menaungi energi, sumber daya mineral (SDM), lingkungan hidup, dan investasi.

Salah satu kampus yang dikunjungi adalah Universitas Padjadjaran di Jatinangor, Sumedang. Di sana, Eddy berdialog langsung dengan mahasiswa terkait tantangan lingkungan ke depan.

“Saya sudah mengunjungi 43 kampus dalam satu tahun dua bulan terakhir. Respons mahasiswa sangat positif dan mereka ingin ikut berkontribusi,” kata Eddy.

Kunjungan dilanjutkan ke kampus BINUS @Bandung yang berlokasi di Pasirkaliki, Kota Bandung. Eddy mengapresiasi semangat mahasiswa yang tidak hanya fokus pada kewirausahaan, tetapi juga peduli terhadap isu lingkungan.

Dalam kesempatan tersebut, Campus Director BINUS @Bandung Dr Johan Muliadi Kerta mengapresiasi Eddy. Menurut Dr Johan, program ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa karena Eddy membawakan isu-isu up-to-date seperti krisis iklim.

Jaga Kebugaran di Tengah Puasa

Di sela kesibukan, Eddy tetap menjaga kebugaran tubuh. Ia rutin berolahraga, baik pagi maupun menjelang berbuka puasa.

“Kalau pagi, kardio saya batasi supaya tidak terlalu haus. Kalau sore bisa lebih lengkap, dari kardio sampai angkat beban,” jelasnya.

Jika waktu tidak memungkinkan, olahraga dilakukan setelah salat tarawih.

Bagi Eddy, Ramadan bukan hanya soal ibadah pribadi, tetapi juga momentum untuk tetap mengabdi kepada masyarakat. Mulai dari menjaga kebersamaan keluarga, menjalankan tugas kenegaraan, hingga mengedukasi generasi muda, semua dijalani secara seimbang.

Di tengah kesibukan tersebut, satu hal yang tetap dijaga adalah makna Ramadan itu sendiri: berbagi, refleksi, dan memberi dampak bagi sesama.

(prf/ega)

  • Related Posts

    Waka DPR RI Pantau Arus Mudik di Sejumlah Titik Vital Jabar, Ini Hasilnya

    Jakarta – Wakil Ketua (Waka) DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal meninjau kesiapan petugas dalam mengatur arus mudik Lebaran 2026. Peninjauan ini untuk memastikan keamanan dan kelancaran pelayanan bagi para pemudik…

    Muncul Kemungkinan Pelaku Air Keras ke Aktivis KontraS Lebih dari 4 Orang

    Jakarta – Polisi mengungkapkan terduga pelaku di kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Polisi menyebut kasus penyerangan terhadap Andrie berpotensi melibatkan lebih dari empat orang. Polda…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *