INFO TEMPO – PT PLN (Persero) menyiagakan sebanyak 439 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di sepanjang jalur mudik Jawa Timur hingga Bali guna menopang kelancaran perjalanan pengguna kendaraan listrik (electric vehicle/EV) pada momen mudik Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah. Kesiapan ini dipastikan langsung oleh Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, usai meninjau SPKLU di Rest Area KM 792 A Tol Gempol–Pasuruan, Jawa Timur.
Adi menegaskan, kesiapan tersebut merupakan wujud komitmen PLN dalam menghadirkan ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, sekaligus memastikan perjalanan mudik berlangsung aman, nyaman, dan bebas dari kekhawatiran kehabisan daya di tengah perjalanan.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
“PLN telah melakukan persiapan secara menyeluruh sejak jauh hari. Seluruh infrastruktur pengisian daya di jalur mudik Jawa Timur hingga Bali berada dalam kondisi optimal dan siap melayani kebutuhan pemudik EV selama 24 jam tanpa henti,” ujar Adi.
Sejalan dengan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik, PLN memproyeksikan jumlah pengguna EV pada periode mudik tahun ini akan tumbuh hingga 60 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tren ini menjadi indikator bahwa ekosistem kendaraan listrik di Indonesia semakin matang dan kian diterima luas.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, PLN tidak hanya menambah jumlah SPKLU, tetapi juga menempatkannya secara strategis di titik dengan tingkat mobilitas tinggi, seperti rest area jalan tol, jalur penghubung antarkota, hingga akses menuju pelabuhan penyeberangan. Jarak antar-SPKLU dirancang sekitar 22 kilometer guna memberikan rasa aman bagi pengguna kendaraan listrik selama perjalanan.
“Dengan persebaran SPKLU yang semakin luas dan terencana, pengguna kendaraan listrik memiliki fleksibilitas lebih dalam merencanakan perjalanan, sekaligus mendapatkan kepastian akses pengisian daya di sepanjang rute mudik,” tambahnya.
Penguatan infrastruktur kendaraan listrik ini juga menjadi bagian dari kontribusi PLN dalam mendorong transisi energi nasional. Kendaraan listrik dinilai sebagai solusi strategis untuk menekan emisi karbon di sektor transportasi sekaligus memperkuat ketahanan energi.
“Penggunaan kendaraan listrik tidak hanya memberikan efisiensi dan kenyamanan, tetapi juga mendukung sistem energi yang lebih bersih, berkelanjutan, dan tangguh,” jelas Adi.
General Manager PLN UID Jawa Timur, Ahmad Mustaqir, menyampaikan bahwa dari total 439 unit SPKLU di jalur Jatim–Bali, sebanyak 297 unit berada di wilayah Jawa Timur yang tersebar di 158 lokasi strategis. Selain itu, PLN UID Jawa Timur juga menghadirkan lima SPKLU Center dengan fasilitas pendukung untuk meningkatkan kenyamanan pengguna.
“Kehadiran SPKLU Center diharapkan mampu memberikan pengalaman pengisian daya yang lebih optimal serta mendukung kelancaran perjalanan pemudik kendaraan listrik,” ujar Ahmad.
Sementara itu, di Bali, General Manager PLN UID Bali, Eric Rossi Priyo Nugroho, menyampaikan bahwa PLN menyiagakan 142 unit SPKLU di 93 lokasi strategis yang tersebar di Bali Selatan, Bali Timur, dan Bali Utara. Sebaran ini memastikan kemudahan akses pengisian daya bagi pengguna kendaraan listrik, baik masyarakat lokal maupun wisatawan.
“Dukungan infrastruktur pengisian daya yang merata dan andal diharapkan mampu menghadirkan perjalanan yang lancar dan menyenangkan bagi seluruh pengguna kendaraan listrik di Bali,” pungkas Eric.(*)






