Mungkinkah perang Iran memicu guncangan pangan global berikutnya?

Dari pabrik hingga rak supermarket, perang Iran mengganggu rantai pasokan global.

Yang pertama adalah kejutan energi. Kini, perang Iran berdampak pada hal yang lebih mendasar: Pangan.

Dengan diblokirnya Selat Hormuz, kapal-kapal dialihkan rutenya dan rantai pasokan menjadi tertekan.

Gangguan ini meningkatkan biaya hampir semua hal mulai dari pabrik hingga rak supermarket yang jauhnya ribuan mil.

Semakin lama konflik Iran berlanjut, semakin besar tekanan terhadap dunia usaha dan konsumen di seluruh dunia.

Perserikatan Bangsa-Bangsa memperingatkan bahwa meningkatnya biaya pangan, minyak, dan pengiriman dapat menyebabkan tambahan 45 juta orang mengalami kelaparan akut – menjadikan jumlah total kelaparan global melampaui rekornya yaitu 319 juta orang.

  • Related Posts

    Ada Beda Tanggal Lebaran 2026, MUI Bicara soal Toleransi

    Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengamini keputusan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Agama (Kemenag), yang menetapkan 1 syawal 1447 hijriah jatuh pada 21 Maret 2026. Meski begitu, MUI menyerukan…

    Hasil Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H: Lebaran 2026 Tanggal 21 Maret

    Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) telah melaksanakan sidang isbat penetapan Lebaran 2026. Hasilnya, Lebaran 2026 atau 1 Syawal 1447 H pemerintah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. “Disepakati bahwa tanggal…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *