Sinergi Pemda dan Satgas PRR Berhasil Turunkan 43 Persen Pengungsi di Tenda jelang Idul Fitri

INFO TEMPO – Pemerintah daerah bergerak cepat menyelaraskan langkah dengan Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) pascabanjir Sumatra. Semua fokus pada percepatan relokasi warga dari tenda darurat ke hunian yang lebih layak sebelum Idul Fitri 1447 Hijriah. Hasilnya signifikan, pengungsi di tenda berkurang 43 persen dalam lima hari.

Target ambisius pemerintah pusat untuk meniadakan pengungsi tenda sebelum Lebaran direspons dengan akselerasi di daerah. Di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, sinergi ini terlihat dari masifnya pemindahan warga ke Hunian Sementara (huntara) maupun pemanfaatan aset daerah yang ada.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, menegaskan bahwa mayoritas pengungsi kini telah meninggalkan tenda darurat. Dukungan skema bantuan dari pusat menjadi instrumen krusial yang mempercepat proses ini. “Sudah ke hunian sementara, dan mereka juga mendapat Dana Tunggu Hunian,” ujar Masinton saat ditemui Tempo, Rabu, 17 Maret 2026.

Namun, ia tetap menyiagakan tenda darurat sebagai langkah antisipasi banjir susulan akibat cuaca labil dan kiriman air dari hulu. Personel TNI juga tetap siaga di lokasi untuk keperluan darurat bila hujan deras kembali mengakibatkan banjir.

Gerak cepat serupa digiatkan dari Serambi Mekkah. Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, menyatakan optimismenya untuk mencapai target zero pengungsi tenda sebelum bedug takbir Idul Fitri ditabuh.

Mantan Wakapolda Aceh ini menyebutkan bahwa pembangunan Huntara saat ini sedang dikebut habis-habisan oleh BNPB di bawah koordinasi Satgas PRR. Strategi yang dijalankan bersifat ganda, yakni percepatan fisik bangunan bagi yang memilih Huntara, dan percepatan administratif bagi warga yang memilih skema DTH. “Kita usahakan semua pengungsi, sebelum Hari Raya sudah dapat Huntara atau DTH,” tegas Armia.

Meski demikian, Armia tidak menampik adanya tantangan teknis di lapangan. Saat ini, sebagian warga masih bertahan di bawah tenda karena unit huntara jatah mereka masih dalam proses pengerjaan. Di sisi lain, warga yang memilih skema DTH sebagian besar sudah menyewa rumah secara mandiri, namun masih menantikan realisasi pencairan dana bantuan tersebut.

Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu di ruang kerjanya, Rabu, 17 Maret 2026. TEMPO/Ondi Siregar

Berpacu dengan Waktu
Pernyataan para pemimpin daerah tersebut selaras dengan laporan terbaru Satgas PRR per 17 Maret 2026. Secara keseluruhan, potret pemulihan di wilayah terdampak menunjukkan kemajuan signifikan, meski beban berat masih terkonsentrasi di Provinsi Aceh.

Di Sumatera Utara, target zero pengungsi tenda praktis telah tercapai (0 KK), dengan sisa 52 KK pengungsi yang seluruhnya sudah berada di gedung pemerintah atau rumah warga. Kondisi serupa terjadi di Sumatera Barat yang kini sudah bersih dari pengungsian, baik di tenda maupun fasilitas publik.

Namun, di Provinsi Aceh, sebanyak 465 KK (1.730 jiwa) tercatat masih bertahan di bawah tenda darurat. Titik konsentrasi terbanyak berada di Kabupaten Aceh Tamiang dengan 369 KK yang tersebar di beberapa kecamatan seperti Rantau dan Sekerak, disusul Kabupaten Aceh Utara sebanyak 96 KK di Kecamatan Langkahan. Selain itu, masih terdapat 4.903 KK di Aceh yang mengungsi di gedung pemerintah atau rumah masyarakat sambil menunggu hunian tetap.

Secara keseluruhan, terlihat tren positif laju relokasi yang mencapai rata-rata 70 keluarga per hari. Jika pada 13 Maret lalu jumlah pengungsi di Aceh Tamiang dan Aceh Utara masih menyentuh angka 812 KK, data terbaru per 17 Maret menunjukkan angka tersebut telah terpangkas drastis menjadi 465 KK. Penurunan sebesar 43 persen dalam waktu singkat ini memperkuat optimisme semua pihak.

Kepala Posko PRR Wilayah Aceh Safrizal ZA menyebut bahwa monitoring dilakukan secara harian untuk memastikan dukungan logistik dan finansial sampai ke daerah tanpa kendala. Sinergi lintas kementerian/lembaga dikerahkan untuk mendukung penuh pemerintah daerah dalam misi kemanusiaan ini.

“Pemerintah berupaya keras supaya sebelum Idul Fitri tidak ada lagi pengungsi di tenda. Semuanya harus sudah masuk ke hunian yang lebih manusiawi,” Safrizal menegaskan. (*)

  • Related Posts

    Sidang Isbat Penetapan Lebaran 2026 Mulai Jam Berapa? Cek Lagi Jadwalnya!

    Jakarta – Sidang isbat penetapan Lebaran 2026 atau 1 Syawal 1447 H akan dilaksanakan besok hari. Berdasarkan jadwal resmi dari Kementerian Agama (Kemenag), sidang isbat dimulai waktu sore. Mengutip dari…

    Info Arus Mudik Sore Ini: One Way Dilanjutkan hingga Tol Km 459 Salatiga

    Jakarta – Rekayasa one way nasional di arus mudik Lebaran 2026 mulai diterapkan hari ini. Kebijakan itu lalu dilanjutkan dengan one way lokal hingga Km 459 Tol Semarang-Solo. One way…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *