INFO TEMPO – Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah diperkirakan tinggal tiga hari lagi berdasarkan prediksi Pusat Riset Antariksa BRIN. Pemerintah melalui Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera terus mempercepat upaya pemulihan, dengan fokus utama memastikan tidak ada lagi masyarakat yang tinggal di tenda pengungsian, khususnya di Kabupaten Aceh Tamiang.
Kasatgas PRR Tito Karnavian berulang kali menegaskan komitmen tersebut. Dalam kunjungannya ke Aceh Timur pada Senin, 16 Maret 2026, ia menyampaikan bahwa seluruh pengungsi ditargetkan sudah direlokasi sebelum Idul Fitri, baik ke hunian sementara (huntara) maupun melalui skema dana tunggu hunian. “Target kami sebelum leberan semuanya tidak ada ditenda lagi,” ujarnya.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Di Aceh Tamiang, progres relokasi menunjukkan perkembangan signifikan. Per 17 Maret 2026, memang masih terdapat 369 kepala keluarga yang berada di tenda pengungsian. Meski begitu, ada 2.448 unit huntara telah rampung dibangun dari target 4.089 unit, dengan 1.865 unit di antaranya sudah dihuni. Artinya, masih tersedia 583 unit huntara yang siap dimanfaatkan untuk mempercepat relokasi seluruh pengungsi yang tersisa.
Selain itu, penyaluran dana tunggu hunian (DTH) di Aceh Tamiang juga telah berjalan optimal. Sebanyak 1.476 keluarga tercatat sebagai penerima dan seluruhnya telah menerima bantuan tersebut.
Secara keseluruhan, jumlah pengungsi di wilayah terdampak terus menurun. Per 13 Maret 2026, jumlah pengungsi di Aceh Tamiang dan Aceh Utara masih mencapai 812 kepala keluarga, namun berkurang menjadi 465 kepala keluarga dalam lima hari. Penurunan ini setara dengan 43 persen, atau rata-rata sekitar 70 keluarga per hari.
Di wilayah Aceh Utara, sebanyak 96 keluarga masih dalam proses relokasi. Daerah ini telah menyelesaikan 3.664 unit huntara dari target 4.485 unit, dengan 2.745 unit sudah dihuni, sehingga masih tersedia 919 unit untuk menampung pengungsi.
Sementara itu, provinsi lain seperti Sumatera Utara dan Sumatera Barat bahkan telah lebih dulu menuntaskan relokasi pengungsi. Sumatera Utara tidak lagi memiliki pengungsi sejak 13 Maret 2026, sedangkan Sumatera Barat sejak 28 Februari 2026.
Secara total, pemerintah menargetkan pembangunan 19.351 unit huntara di tiga provinsi terdampak. Hingga kini, sebanyak 15.915 unit telah selesai dibangun dan 13.591 unit di antaranya sudah dihuni.
Sebagai langkah antisipasi, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga menyiapkan fasilitas alternatif seperti Gedung Olahraga (GOR) dan Balai Latihan Kerja (BLK) di Kabupaten Aceh Tamiang. Langkah ini untuk memastikan tidak ada lagi warga yang bertahan di tenda pengungsian saat lebaran tiba.
Dengan berbagai upaya tersebut, Satgas PRR optimistis seluruh pengungsi, terutama di Aceh Tamiang, dapat segera direlokasi sebelum Idul Fitri, sehingga masyarakat terdampak dapat menyambut Lebaran dengan lebih aman dan kehidupan yang kembali normal. (*)






