INFO TEMPO – PT PLN (Persero) memastikan kesiapan sistem kelistrikan nasional dalam menghadapi periode Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) 1447 Hijriah. Hal ini disampaikan Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, usai meninjau sejumlah pembangkit strategis, termasuk PLTGU Cilegon pada Senin, 16 Maret 2026 lalu.
Darmawan mengungkapkan, secara nasional PLN memproyeksikan beban puncak kelistrikan saat Idul Fitri mencapai 35.017 megawatt (MW). Sementara daya mampu pasok mencapai 51.967 MW, sehingga terdapat cadangan daya sebesar 16.950 MW yang dinilai sangat mencukupi.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
“Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri ESDM, PLN terus siaga untuk memastikan sistem kelistrikan tetap andal selama Ramadan dan Idul Fitri 2026 di seluruh Indonesia,” ujar Darmawan.
Ia menambahkan, kesiapan tersebut merupakan hasil asesmen menyeluruh yang telah dilakukan jauh hari, mulai dari sisi pembangkitan hingga distribusi listrik ke pelanggan. Selain itu, pasokan energi primer seperti batu bara, gas, dan BBM juga dipastikan dalam kondisi aman, disertai pemeliharaan sistem transmisi dan gardu induk yang telah rampung sebelum Ramadan.
Untuk menjaga keandalan operasional, PLN menyiagakan sebanyak 72.053 personel yang tersebar di 3.700 posko siaga di seluruh Indonesia selama periode RAFI 2026. Mobilitas petugas didukung oleh ribuan kendaraan operasional guna memastikan respons cepat terhadap potensi gangguan.
“Petugas kami all out menjaga suplai listrik tetap aman. Pengamanan berlapis juga dilakukan di lokasi prioritas seperti tempat ibadah, pusat transportasi, pusat perbelanjaan, dan rumah sakit,” jelas Darmawan.
PLN juga menyiapkan berbagai peralatan pendukung, antara lain genset, Uninterruptible Power Supply (UPS), gardu bergerak, hingga truk crane, guna memastikan kontinuitas pasokan listrik tetap terjaga di berbagai kondisi.
Darmawan menegaskan bahwa dengan cadangan daya yang tersedia, sistem kelistrikan nasional berada dalam kondisi aman sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dan merayakan Idul Fitri dengan nyaman.
Secara khusus, pada sistem kelistrikan Jawa–Madura–Bali (Jamali), beban puncak diproyeksikan mencapai 22.453 MW dengan daya mampu pasok sebesar 33.497 MW. Dengan demikian, sistem Jamali memiliki cadangan daya sekitar 11.044 MW.
Dalam kunjungannya, Darmawan juga memastikan kesiapan operasional PLTGU Cilegon yang memiliki kapasitas terpasang sebesar 740 MW. Pembangkit yang dioperasikan oleh subholding PLN Indonesia Power ini berperan penting dalam menopang sistem kelistrikan di wilayah Banten serta terhubung dengan sistem interkoneksi Jawa–Bali.
Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernardus Sudarmanta, menegaskan bahwa seluruh unit pembangkit dalam kondisi optimal untuk mendukung keandalan sistem selama periode Ramadan dan Idul Fitri 1447 H.
“Seluruh unit mesin di PLTGU Cilegon dalam kondisi prima. Kami telah menyiapkan personel siaga, memastikan keandalan peralatan, serta melakukan monitoring intensif agar pasokan listrik tetap andal bagi masyarakat dan industri,” tutup Bernardus.(*)





