Danantara dan PLN Dorong Listrik Bersih di Sumenep

INFO TEMPO – Upaya pemerintah dalam mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan terus menunjukkan kemajuan. Melalui asistensi Danantara Indonesia, PT PLN (Persero) menandatangani Perjanjian Kerja Sama Operasi (KSO) dengan Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk mengoptimalkan pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Jumat, 13 Maret 2026 lalu.

Kerja sama ini mencakup pengoperasian dua unit PLTS masing-masing berkapasitas 1 megawatt peak (MWp) yang dilengkapi dengan Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas 4 megawatt hour (MWh). Proyek ini merupakan hibah dari Yayasan Torang IWIP Berbakti yang ditandatangani di Wisma Danantara, Jakarta.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Penandatanganan kerja sama ini disaksikan langsung oleh CEO Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, yang menegaskan bahwa inisiatif ini menjadi bentuk nyata kolaborasi lintas sektor dalam memperluas akses energi bersih, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Menurut Rosan, langkah ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat program dedieselisasi, yakni menggantikan pembangkit listrik tenaga diesel dengan pembangkit berbasis energi terbarukan seperti PLTS.

“Banyak pemakaian diesel akan diganti oleh PLTS ini sehingga memberikan dampak positif, terutama dalam mewujudkan swasembada energi ke depan,” ujarnya.

Ia menambahkan, proyek ini akan menjadi percontohan yang memberikan dampak langsung bagi sekitar 2.000 kepala keluarga di Dusun Gili Labak dan Desa Pagerungan Kecil, Kabupaten Sumenep.

Sebelumnya, masyarakat di Dusun Gili Labak masih mengandalkan genset pribadi untuk memenuhi kebutuhan listrik. Sementara di Desa Pagerungan Kecil, suplai listrik masih terbatas dan sebagian bergantung pada pembangkit diesel yang sudah tidak beroperasi.

Dengan adanya hibah PLTS dan BESS ini, pasokan listrik di kedua wilayah tersebut diproyeksikan dapat tersedia selama 24 jam penuh. Selain itu, penggunaan energi bersih ini juga berpotensi menghemat konsumsi bahan bakar minyak hingga 1,1 juta liter per tahun.

Kepala Yayasan Torang IWIP Berbakti, Wahyu Budhi Santoso, menyampaikan bahwa hibah ini merupakan bagian dari komitmen dalam mendukung pemerataan akses energi di Indonesia.

Sementara itu, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengapresiasi kolaborasi tersebut. Ia menilai proyek ini sangat penting mengingat Kabupaten Sumenep memiliki karakteristik wilayah kepulauan dengan 126 pulau, di mana 48 di antaranya berpenghuni.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa kerja sama ini menjadi momentum penting dalam mendorong transisi energi sekaligus memperluas akses listrik secara merata di Tanah Air.

“PLN siap menindaklanjuti kerja sama ini agar pemanfaatan PLTS hibah dapat segera terealisasi dan menghadirkan listrik yang andal bagi masyarakat,” ujar Darmawan.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat program dedieselisasi nasional, sejalan dengan target pengembangan PLTS hingga 100 gigawatt (GW) dalam beberapa tahun ke depan.

Melalui sinergi berbagai pihak, proyek ini diharapkan tidak hanya meningkatkan rasio elektrifikasi, tetapi juga memperkuat ketahanan energi nasional berbasis sumber daya yang ramah lingkungan.(*)

  • Related Posts

    Ibu kota Irak, Bagdad, diguncang ledakan dahsyat di dekat kedutaan AS

    Serangan-serangan tersebut merupakan bagian dari meningkatnya siklus kekerasan antara pasukan AS dan kelompok-kelompok Irak yang bersekutu dengan Teheran. Ibu kota Irak, Bagdad, mengguncang serangkaian ledakan di dekat kedutaan Amerika Serikat…

    Menhub: Puncak Arus Mudik di Pelabuhan Merak Terjadi Malam Ini

    Cilegon – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyebut puncak arus mudik di Pelabuhan Merak terjadi malam ini. Pengelola pelabuhan disebut mengerahkan banyak kapal untuk mengangkut pemudik. Pantauan detikcom, Rabu (18/3/2026)…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *