Kebijakan work form anywhere (WFA) jelang libur Lebaran 2026 untuk pegawai pemerintah dan swasta mulai berlaku hari ini. Penerapan WFA untuk mengantisipasi lonjak pemudik pada puncak arus mudik Lebaran.
Berdasarkan catatan detikcom, Senin (16/3/2026), kebijakan ini berlandaskan Surat Edaran Menteri PANRB No. 2/2026 tentang Penyesuaian Pelaksanaan Tugas Kedinasan bagi Pegawai ASN di Instansi Pemerintah pada Masa Libur Nasional dan Cuti Bersama Hari Suci Nyepi dan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
WFA Lebaran 2026 ASN berlangsung selama lima hari pada:
1. Dua hari sebelum libur nasional dan cuti bersama Hari Suci Nyepi (Tahun Baru Saka 1948):
• Senin, 16 Maret 2026
• Selasa, 17 Maret 2026
2. Tiga hari setelah libur nasional dan cuti bersama Hari Raya ldul Fitri 1447 Hijriah:
• Rabu, 25 Maret 2026
• Kamis, 26 Maret 2026
• Jumat, 27 Maret 2026
Untuk swasta, WFA Lebaran 2026 juga berlangsung selama lima hari. Ini berdasarkan Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/2/HK.04/II/2026 tentang Pelaksanaan Kerja Dari Lokasi Lain (Work From Anywhere) Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan Pada Masa Libur Hari Suci Nyepi dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 2026.
“Pelaksanaan WFA dilakukan pada tanggal 16 sampai dengan 17 Maret 2026 dan diharapkan dapat dilakukan juga pada tanggal 25, 26, dan 27 Maret 2026 dengan memperhatikan kebutuhan perusahaan serta mempertimbangkan potensi lonjakan mobilitas arus balik para pemudik setelah merayakan Hari Raya Idul Fitri,” demikian bunyi poin pertama dalam edaran tersebut.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), sebelumnya mengungkap akan ada 143,9 juta perjalanan masyarakat yang melakukan mudik Lebaran tahun ini.
Untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas tersebut, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengurai kepadatan lalu lintas. Salah satunya dengan mendorong kebijakan WFA yang diharapkan dapat mengurangi penumpukan pergerakan masyarakat.
“Itu mengapa di tengah-tengahnya kita mengurai pakai stay dengan cara memberlakukan work from anywhere. Nanti akan dijelaskan lebih rinci oleh Bapak Menko PMK. Intinya, kebijakan terdahulu untuk mengurai kemacetan seperti ini dinilai efektif mengurangi kemacetan yang ekstrem,” ucapnya.
(rfs/idh)






