Prabowo Ingin Bangsa Indonesia Hidup Sesuai Kemampuan

PRESIDEN Prabowo Subianto mengungkapkan, prinsip utama dalam pemerintahannya adalah memastikan bangsa Indonesia hidup sesuai kemampuan.

Kepala Negara mengungkapkan ini dalam wawancara khusus dengan media internasional Bloomberg yang terbit dalam artikel berjudul “Prabowo Open to Breach Indonesia Deficit Cap Only During Crisis”. Dalam tulisan tersebut, Prabowo menyatakan komitmennya menjaga disiplin fiskal dalam mengelola ekonomi Indonesia.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Prabowo berujar, sejak kecil dirinya dididik oleh orang tuanya untuk percaya bahwa pengeluaran harus disesuaikan dengan kemampuan. “Jangan membelanjakan lebih dari yang kita hasilkan,” kata Prabowo di Hambalang, Jawa Barat, dikutip dari keterangan tertulis Badan Komunikasi Pemerintah RI.

“Itu adalah prinsip dasar kehidupan untuk bisa bertahan,” ucapnya melanjutkan.

Prabowo menyatakan pemerintah bakal tetap mempertahankan batas defisit anggaran sebesar 3 persen dari produk domestik bruto alias PDB. Ketua Umum Partai Gerindra ini menegaskan, aturan batas defisit anggaran 3 persen dari PDB hanya akan diubah apabila ada krisis berat.

Prabowo menyebut batas defisit sebagai instrumen penting untuk menjaga kedisiplinan pengelolaan keuangan negara. “Batas defisit itu adalah alat yang baik untuk mendisiplinkan diri kami. Kami tidak punya rencana untuk mengubahnya kecuali ada keadaan darurat yang sangat besar seperti Covid-19,” kata Prabowo. “Saya berharap kami tidak perlu mengubahnya.”

Indonesia telah menetapkan batas defisit anggaran maksimal sebesar 3 persen dari PDB sejak awal 2000, setelah krisis keuangan Asia. Ketentuan tersebut selama ini diklaim sebagai salah satu pilar disiplin fiskal yang diperhatikan oleh para investor.

Prabowo pun menekankan komitmennya pada disiplin fiskal, meski banyak negara lain telah meninggalkan target ketat defisit anggaran. Ia mengatakan Indonesia dulu ingin meniru aturan Uni Eropa yang membatasi defisit fiskal maksimal 3 persen dari PDB. Namun kini, banyak negara di kawasan itu tidak lagi mematuhinya.

Prabowo menilai Indonesia lebih beruntung dibandingkan negara-negara lain. Sebab, Indonesia memiliki sumber daya alam seperti sawit dan batu bara yang masih relatif murah dan dapat menjamin ketahanan nasional.

Bersamaan dengan itu, pemerintah bakal terus mengembangkan panas bumi, tenaga surya, tenaga air, maupun biofuel sebagai sumber energi alternatif. “Kalau kami bisa melewati ini, dalam dua tahun kami akan menjadi sangat efisien,” ujar Prabowo. “Kami akan sangat, sangat tidak bergantung pada sumber dari luar.”

  • Related Posts

    TAUD Desak Prabowo Bentuk Tim Investigasi Kasus Andrie Yunus

    KUASA Hukum Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus dari Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) meminta Presiden Prabowo Subianto membentuk tim investigasi independen guna mengusut kasus penyerangan air keras terhadap Andrie. Perwakilan…

    Pastikan Arus Mudik Lancar, Menhub Tinjau Tiga Pelabuhan di Banten

    INFO NASIONAL – Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, meninjau tiga pelabuhan di wilayah Banten, yakni Pelabuhan PT Bandar Bakau Jaya (BBJ) Bojonegara, Pelabuhan Ciwandan, dan Pelabuhan Merak, pada 15–16 Maret 2026.…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *