Kontras: Penyerangan Andrie Yunus Bukan Tindak Pidana Biasa

KEPALA Divisi Pemantauan Impunitas Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan atau Kontras Jane Rosalina meminta pemerintah untuk melihat konteks politik dalam kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus. Andrie, kata dia, selama ini aktif sebagai pembela HAM yang mengungkap penyalahgunaan kekuasaan, pelanggaran HAM, maupun penyempitan ruang kebebasan sipil di Indonesia. 

“Andrie misalnya terlibat dalam tim komisi pencari fakta yang melakukan investigasi mengenai rangkaian demonstrasi Agustus 2025 lalu,” kata Jane di Kantor YLBHI, Jakarta, Senin, 16 Maret 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Menurut Jane, kekerasan yang dialami Andrie bukan tindak pidana biasa. Kekerasan ini bisa dikategorikan sebagai bentuk dugaan kejahatan HAM. Kejahatan ini harus diungkap karena diduga bekerja secara sistematis dan teroganisir.  

Bagi Jane, tindakan pelaku menyiram air keras kepada Andrie sebagai upaya percobaan pembunuhan. Paling tidak menghendaki Andrie mengalami cacat. 

Jane menduga Andrie bukan subjek tinggal dalam serangan ini. Serangan ini diduga juga menyasar masyarakat sipil yang berani mengungkapkan fakta, menantang impunitas, maupun mengkritik kekuasaaan. 

Meski begitu, Jane mengatakan aktivis Kontras tidak takut dengan serangan ini. Apalagi, serangan terhadap aktivis Kontras sudah pernah terjadi sebelumnya. Misalnya, pembunuhan berencana terhadap mantan Koordinator Kontras Munir Said Thalib. “Munir harus diracun karena kerja-kerjanya di Kontras dalam mengungkapkan maupun membongkar praktik kekuasaan,” kata dia. 

Kontras pun mendesak seluruh pihak, terutama Kepolisian dapat mengungkapkan dan bertanggung jawab dalam mengusut kasus ini. Kontras meminta kepolisian memberikan kejelasan dalam penanganan kasus Andrie. 

“Segera menangkap maupun mengadili pelaku dan mengungkap aktor yang terlibat. Tidak hanya aktor lapangan saja melainkan aktor intelektualnya juga,” kata dia. 

Jane juga meminta pemerintah untuk memastikan pemulihan bagi Andrie secara menyeluruh untuk menjamin perawatan medis yang terbaik dan rehabilitasi korban. Pun perlu ada pencegahan supaya peristiwa ini tidak berulang. 

Andrie Yunus diserang oleh dua orang tak dikenal pada Kamis malam, 12 Maret 2026, sekitar pukul 23.37 WIB di Jalan Salemba I Talang, Jakarta Pusat. Saat itu, ia tengah dalam perjalanan pulang setelah mengikuti perekaman podcast di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) dengan topik “Remiliterisme dan Judicial Review UU TNI”.

Pelaku disebut mengendarai sepeda motor matik dan menyiramkan air keras ke arah korban sebelum melarikan diri.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menduga serangan terhadap Andrie memiliki pola yang terorganisir. Menurut Yusril, pola serangan tersebut menunjukkan adanya kemungkinan perencanaan sehingga pengungkapan kasus tidak boleh berhenti pada pelaku lapangan.

“Pola serangan yang dilakukan tampaknya terencana dan terorganisir, sehingga pengungkapan peristiwa ini tidak boleh berhenti di tingkat eksekutor, tetapi juga harus mengungkap aktor intelektual di baliknya,” kata Yusril dalam keterangan tertulis, Jumat, 13 Maret 2026.

Ia meminta aparat penegak hukum, khususnya Polri, mengusut kasus tersebut secara tuntas hingga menemukan pihak yang berada di balik serangan. “Saya meminta aparat penegak hukum, khususnya Polri, memastikan pengusutan tuntas sampai ke aktor intelektual, bukan hanya pelaku penyerangan di lapangan,” ujarnya.

Yusril mengatakan dirinya telah berkoordinasi dengan penyidik di Polda Metro Jaya dan Bareskrim Polri yang kini masih mendalami kasus tersebut. Hingga kini, aparat belum menyampaikan perkembangan penyelidikan kepada publik.

  • Related Posts

    Trump menegur sekutunya atas Operasi Selat Hormuz; UEA menutup wilayah udara

    ‘Selama 40 tahun, kami melindungi Anda’: Presiden AS Donald Trump mengancam keengganan sekutunya mengerahkan kekuatan untuk membuka jalur utama bagi ekspor minyak Teluk. hidup Video ini mungkin berisi pola atau…

    Polisi: Pelaku Ganti Baju Usai Siram Air Keras ke Aktivis KontraS

    Jakarta – Polisi mengungkap momen pelarian empat orang terduga pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, di Jalan Salemba, Senen, Jakarta Pusat (Jakpus). Pelaku ternyata sempat berganti baju…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *