Kontras Minta Negara Fokus Penegakan Hukum Andrie Yunus

KEPALA Divisi Pemantauan Impunitas Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan atau Kontras Jane Rosalina mengatakan kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus mendapatkan perhatian dari masyarakat sipil, lembaga negara, hingga jaringan internasional.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Meski mendapat banyak perhatian publik, Jane berkata kunjungan ke tempat Andrie dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, tidak diperlukan. Alasannya, Andrie saat ini sedang dalam masa pengobatan.

“Pasien berhak mendapatkan perlindungan yang lebih intensif terhadap privasi dan ketenangan selama masa perawatan,” kata dia di Kantor YLBHI, Jakarta, Senin, 16 Maret 2026. 

Jane mengatakan dokter RSCM telah menangani reaksi inflamasi dari cairan asam ke mata Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus. Jane khawatir jika Andrie terus mendapatkan kunjungan, dia tidak bisa mendapatkan ruang untuk pemulihan yang maksimal dan mengganggu proses pemulihan. 

Dia juga khawatir perhatian terhadap kondisi Andrie justru malah melupakan proses penegakan hukum. Dia meminta masyarakat sipil hingga lembaga negara fokus pada proses penegakan hukum. Kontras berharap proses penegakan hukum dapat berjalan serius, imparsial, dan transparan.

Kontras juga mendorong upaya pengungkapan para pelaku. Baik pelaku dari lapangan maupun auktor intelektual di balik kasus serangan air keras terhadap Andrie.  

Dia meminta publik dapat mengawal proses hukum yang sedang berjalan. Kasus ini, kata Jane, harus diusut tuntas dan pelaku dapat diproses sesuai dengan ketentuan hukum.

Sabtu, 14 Maret 2026 lalu, Jane berkata Andrie Yunus mengalami luka bakar sekitar 24 persen setelah disiram air keras oleh orang tak dikenal. Andrie telah menjalani operasi pada bagian mata di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat kemarin.

Andrie diserang oleh dua orang tak dikenal pada Kamis malam, 12 Maret 2026, sekitar pukul 23.37 WIB di Jalan Salemba I Talang, Jakarta Pusat. Saat itu, ia tengah dalam perjalanan pulang setelah mengikuti perekaman podcast di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) dengan topik “Remiliterisme dan Judicial Review UU TNI”.

Pelaku disebut mengendarai sepeda motor matik dan menyiramkan cairan keras ke arah korban sebelum melarikan diri.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menduga serangan terhadap Andrie memiliki pola yang terorganisir.

Menurut Yusril, pola serangan tersebut menunjukkan adanya kemungkinan perencanaan sehingga pengungkapan kasus tidak boleh berhenti pada pelaku lapangan.

“Pola serangan yang dilakukan tampaknya terencana dan terorganisir, sehingga pengungkapan peristiwa ini tidak boleh berhenti di tingkat eksekutor, tetapi juga harus mengungkap aktor intelektual di baliknya,” kata Yusril dalam keterangan tertulis, Jumat, 13 Maret 2026.

Ia meminta aparat penegak hukum, khususnya Polri, mengusut kasus tersebut secara tuntas hingga menemukan pihak yang berada di balik serangan.

“Saya meminta aparat penegak hukum, khususnya Polri, memastikan pengusutan tuntas sampai ke aktor intelektual, bukan hanya pelaku penyerangan di lapangan,” ujarnya.

Yusril mengatakan dirinya telah berkoordinasi dengan penyidik di Polda Metro Jaya dan Bareskrim Polri yang kini masih mendalami kasus tersebut. Hingga kini, aparat belum menyampaikan perkembangan penyelidikan kepada publik.

  • Related Posts

    Ledakan di Masjid Jember Terjadi saat Salat Tarawih

    WARGA kawasan Perumahan Pesona Regency di Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Jawa Timur dikejutkan dengan ledakan yang terjadi dj masjid komplek saat berlangsungnya salat tarawih. Ledakan tersebut membuat jemaah dan warga…

    10 Info Terkini Perkara Aktivis KontraS Disiram Air Keras

    Jakarta – Kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, terus diusut. Polda Metro Jaya menyampaikan info-info terkini perihal perkara tersebut. Dirangkum detikcom, Selasa (17/3/2026), penyiraman air keras…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *