Ketum Muhammadiyah Imbau Tak Ada Takbiran Keliling di Bali

KETUA Umum Pimpinan Pusat (Ketum PP) Muhammadiyah Haedar Nashir menyatakan Muhammadiyah akan memperingati Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah pada Jumat, 20 Maret 2026. Keputusan ini didasarkan pada hasil hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah. 

Hal ini juga dinilai selaras dengan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang memastikan awal bulan baru tanpa bergantung pada keterlihatan hilal secara fisik. Sebagaimana termaktub dalam Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 2/MLM/1.0/E/2025 yang telah dirilis sejak 22 September 2025.

Mengingat malam takbiran yang jatuh pada Kamis, 19 Maret 2026 bertepatan pelaksanaan Hari Suci Nyepi, Haedar pun menyampaikan pesan khusus bagi warga Muhammadiyah dan umat muslim yang sedang berada di Bali.

“Khususnya untuk warga Muhammadiyah juga takmir-takmir masjid di Bali, atas nama tasamuh atau toleransi, agar tidak melakukan takbir keliling atau takbir yang menggunakan pengeras suara,” kata Haedar di Yogyakarta, Senin, 16 Maret 2026.

Haedar mengimbau agar warga Muhammadiyah menggelar takbir di kediaman masing-masing untuk menjaga kondusivitas di tengah kemajemukan.

Ia pun mengimbau seluruh keluarga besar dan simpatisan Muhammadiyah, serta umat Islam pada umumnya melaksanakan salat Idul Fitri di lapangan terbuka. Namun tetap memberikan ruang pelaksanaan di masjid atau tempat lain yang memungkinkan apabila situasi tidak mendukung.

Selain masalah teknis perayaan di Bali, Haedar menyoroti kemungkinan adanya perbedaan waktu pelaksanaan Idul Fitri dengan versi pemerintah. Ia meminta agar semua pihak mengedepankan sikap saling menghargai dan berharap agar ruang publik dapat diakses secara inklusif bagi seluruh warga muslim, tanpa memandang perbedaan metode penentuan hari raya.

“Ketika ada perbedaan dalam pelaksanaan Idul Fitri, kami mohon saling menghargai, semua tempat publik dapat dijadikan tempat perayaan Idul Fitri baik bagi Muhammadiyah maupun kaum muslimin lain yang berbeda melaksanakan salat Ied,” kata Haedar.

Haedar mengajak masyarakat untuk melihat Idul Fitri melampaui seremoni ibadah dan lebih fokus pada substansi spiritualitas agama. Menurut dia, momen Idul Fitri harus menjadi titik balik untuk memperkuat nilai-nilai pencerahan dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

“Justru dalam persamaan maupun perbedaan perayaan ini kita jadikan momentum menggali, mengimplementasikan sumber-sumber pencerahan agama bagi kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, berbangsa, bernegara,” kata Haedar.

Pemerintah sendiri telah mengeluarkan panduan dalam pelaksanaan malam takbiran jika Lebaran bersamaan dengan Hari Raya Nyepi, khususnya di Bali. Isi panduan itu antara lain umat Islam diperkenankan melaksanakan Takbiran di masjid atau musala terdekat dengan berjalan kaki, tanpa penggunaan pengeras suara, tanpa menyalakan petasan/mercon atau bunyi-bunyian lainnya, serta menggunakan penerangan secukupnya, mulai pukul 18.00 WITA sampai dengan pukul 21.00 WITA.

Kedua, pengamanan dan ketertiban pelaksanaan takbiran menjadi tanggung jawab masing-masing pengurus masjid atau musala, dengan tetap berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat.

Selain itu, prajuru desa adat, pengurus masjid atau musala, pecalang, linmas, serta aparat Desa/Kelurahan bertanggung jawab untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban pelaksanaan Nyepi maupun kegiatan takbiran di wilayahnya masing-masing, dengan berkoordinasi secara sinergis bersama aparat keamanan.

  • Related Posts

    Trump mengatakan bantuan Selat Hormuz sedang dalam perjalanan karena sekutunya menolak tindakan militer

    Presiden AS menolak menyebutkan negara mana saja yang menurutnya akan mengakui seruan koalisi angkatan laut untuk membuka jalur perdagangan. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan “banyak negara” telah mengalami “mereka…

    Kemarahan ketika pencari suaka Afganistan yang berjuang bersama AS meninggal dalam tahanan ICE

    Washington, DC – Kelompok advokasi transformasi jawaban setelah seorang pencari suaka asal Afghanistan di Amerika Serikat meninggal hanya beberapa jam setelah ditahan oleh agen Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE).…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *