Cerita Senangnya Warga Dapat Tiket Mudik Lebaran Sebelum Ramadan

Jakarta

Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat (Jakpus), mulai dipenuhi pemudik Lebaran pada hari ini. Beberapa di antara mereka ada yang mengikuti program mudik gratis.

Salah satunya ada Ubay, warga asli Lamongan, Jawa Timur. Dia mengaku memperoleh mudik gratis dari BUMN.

“Saya rencana mau mudik ke Lamongan, dan kebetulan kita memperoleh apa, mudik gratis dari BUMN,” kata Ubay ditemui di Stasiun Pasar Senen, Senin (16/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cerita warga mudik ke Lamongan lantaran kangen suasana pedesaan.Ubay cerita mudik ke Lamongan lantaran kangen suasana pedesaan. Foto: Adhfar/detikcom

Ubay mengaku program mudik gratis membuatnya harus mudik pada hari ini. Meski begitu, dia merasa mudik hari ini masih sesuai dengan keinginannya.

“Karena memang mudik gratisnya hari ini. Sebetulnya kita juga kepengin mepet-mepet Lebaran, tapi ini saya kira sudah apa, mencukupi lah untuk H-4 dari Lebaran,” katanya.

Ubay menyebut banyak yang akan dia lakukan ketika berada di Lamongan. Dia juga merindukan suasana pedesaan yang ada di Lamongan sekaligus ingin refreshing.

“Ada banyak hal yang bisa kita lakukan di sana, karena memang asal kelahiran kita dari sana. Jadi di samping kita bersilaturahmi dengan keluarga besar, ada kerinduan-kerinduan yang terkait dengan suasana pedesaannya. Dan memang kultur kita di Jakarta dengan kultur kita yang ada di desa kan jauh itu. Jadi sekaligus bentuk refreshing,” kata Ubay.

Selain Ubay, ada juga Irfan yang mudik hari ini dari Stasiun Pasar Senen. Ubay, yang berprofesi sebagai pekerja kantoran di Jakarta Selatan ini, berencana mudik ke Bandung.

“Saya mau mudik ke Bandung, pakai (Kereta Api) Cikuray yang arah ke Garut,” kata Irfan.

Irfan menyebut dia telah merencanakan mudiknya sebelum bulan Ramadan. Dia mengaku telah mengamankan tiketnya sejak sebelum Ramadan.

“Iya saya emang rencana hari ini. Tiket Alhamdulillah udah saya dapat dari sebelum bulan puasa. Karena nyesuain juga sama jadwal lebaran weekend ini kan, gitu,” katanya.

Dia mengaku berencana untuk berolahraga bersama tetangganya setelah sampai di Bandung. Dia mengaku merindukan teman rumahnya yang sudah menjadi teman bermainnya sejak kecil.

“(Rencananya) Beberapa lah, selain silaturahmi sama ziarah sama keluarga juga main sama tetangga juga. Udah janjian juga sama teman rumah itu buat olahraga bareng, nggak tahu futsal nggak tahu badminton, liat dulu lah yang ada nanti banyak atau nggak,” kata Irfan.

“Kebetulan saya main sama mereka dari kecil, rumah dekat, satu sekolah juga. Jadi ya hampir tiap ketemu ke Bandung ya minimal nongkrong,” imbuhnya.

(dwr/dwr)

  • Related Posts

    Wamendagri Sebut Musrenbang Kunci Perencanaan Pembangunan Daerah

    Jakarta – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus menegaskan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) memiliki peran penting dan strategis dalam menentukan arah pembangunan daerah. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Musrenbang…

    Polisi Temukan Helm Penyiram Air Keras Aktivis KontraS

    Jakarta – Polisi masih mengusut kasus penyiraman air keras ke aktivis KontraS, Andrie Yunus. Polisi sudah menemukan helm yang diduga milik pelaku. Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold Hutagalung mulanya…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *