Gus Fawait Dorong Efisiensi Energi Saat Kunjungan ke PT Nankai

INFO TEMPO – Bupati Jember, Gus Fawait, melakukan kunjungan kerja ke PT Nankai Indonesia, perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) asal Jepang yang berlokasi di Kecamatan Silo. Kunjungan tersebut dilakukan dalam momentum Ramadan sekaligus untuk meninjau potensi ekonomi dan investasi di wilayah tersebut.

Kunjungan ini juga menjadi simbol komitmen Pemerintah Kabupaten Jember dalam menjalankan instruksi pemerintah pusat terkait efisiensi energi. Dalam rombongan tersebut terlihat pemandangan berbeda, di mana Gus Fawait bersama para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tidak menggunakan mobil dinas masing-masing, melainkan berangkat bersama menggunakan satu kendaraan minibus jenis Hiace.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto terkait pembatasan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) serta efisiensi anggaran pemerintah di tengah dinamika global yang memengaruhi harga energi.

“Kami datang rombongan, tidak sendiri-sendiri. Ini adalah bentuk efisiensi sesuai arahan Bapak Presiden. Mengingat gejolak di Timur Tengah yang membuat harga minyak fluktuatif, kita harus waspada agar beban subsidi negara tidak membengkak. Jember harus memberikan contoh nyata dalam penghematan energi,” ujar Gus Fawait.

Selain menyoroti efisiensi energi, Gus Fawait juga memberikan apresiasi terhadap keberadaan PT Nankai Indonesia yang telah menanamkan investasi sekitar 10 juta dolar AS atau setara lebih dari Rp150 miliar di Kabupaten Jember. Perusahaan tersebut saat ini mempekerjakan sekitar 250 karyawan, dengan sekitar 80 persen di antaranya merupakan warga lokal Jember, khususnya masyarakat di sekitar Kecamatan Silo.

Menurutnya, investasi memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus mengurangi tingkat kemiskinan. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Jember terus berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif.

“Investasi adalah kunci utama mengurai kemiskinan di Jember selain belanja pemerintah. Kami berkomitmen menyelesaikan Perda RTRW agar Jember semakin ramah investasi dan menjadi pusat ekonomi di ujung timur Pulau Jawa,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Fawait juga menyinggung kemungkinan penerapan kembali sistem Work From Home (WFH) atau kerja dari rumah secara selektif di lingkungan pemerintahan. Ia menilai kemajuan teknologi saat ini memungkinkan pekerjaan tetap berjalan efektif tanpa harus selalu bergantung pada mobilitas fisik yang berpotensi meningkatkan biaya operasional.

“Kita punya pengalaman saat Covid-19. Dengan teknologi yang sudah maju, skenario WFH bisa kita terapkan kembali untuk menekan penggunaan BBM dan biaya kantor tanpa mengurangi kualitas layanan publik,” pungkasnya.

Kunjungan kerja tersebut diakhiri dengan pesan agar setiap investasi dan kegiatan usaha di Kabupaten Jember mampu memberikan dampak sosial yang nyata bagi masyarakat sekitar sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi daerah di tengah ketidakpastian global.(*)

  • Related Posts

    Pelepasan minyak strategis mungkin menenangkan pasar namun tidak dapat memperbaiki gangguan Hormuz

    Ratusan kapal tanker menganggur di kedua sisi Selat Hormuz ketika Iran secara efektif menutup jalur udara tersebut, mendorong harga minyak di atas $100 – tertinggi sejak tahun 2022, setelah dimulainya…

    Trump memenangkan pemilu angkatan laut untuk membuka Selat Hormuz: Bisakah ini berhasil?

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengancam angkatan laut untuk mengerahkan kapal perang guna mengamankan Selat Hormuz, yang menjadi jalur transit seperlima pengiriman minyak dunia, ketika pasar minyak terguncang akibat…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *