KEMENTERIAN Pertahanan akan merekrut 30 ribu sarjana penggerak pembangunan Indonesia (SPPI) untuk mengelola Koperasi Desa Merah Putih. Mereka akan menjadi tenaga pengawak bagi 80 ribu koperasi yang ditargetkan mulai beroperasi pada Agustus 2026.
Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto mengatakan calon SPPI yang mendaftar akan melalui proses seleksi dan pelatihan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Berikut hal-hal mengenai 30 ribu SPPI jadi pengelola Koperasi Desa Merah Putih
SPPI akan Mengelola hingga 80 Ribu Koperasi
Donny mengatakan para SPPI yang direkrut akan menjadi tenaga pengawak atau pengelola bagi sekitar 80 ribu Koperasi Desa Merah Putih di berbagai daerah.
Perekrutan Didukung Kemenhan, TNI, dan Polri
Donny mengatakan proses perekrutan dan pelatihan SPPI akan dilakukan dengan dukungan berbagai institusi, termasuk Kementerian Pertahanan, Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Kepolisian RI.
Terbuka untuk Semua Lulusan Sarjana dan Magister
Kepala Biro Informasi dan Hubungan Masyarakat Sekretariat Kementerian Pertahanan Brigadir Jenderal Rico Ricardo Sirait menjelaskan, perekrutan SPPI untuk Koperasi Desa Merah Putih terbuka untuk umum. Seluruh sarjana maupun magister dari semua jurusan bisa mendaftar sebagai calon pemimpin di koperasi tersebut. “Siapa saja boleh mengikuti asalkan memiliki syarat pendidikan terakhir sarjana,” kata Rico saat dihubungi pada Jumat, 13 Maret 2026.
Peserta Akan Melalui Seleksi dan Pelatihan
Rico mengatakan calon SPPI yang mendaftar akan melalui proses seleksi dan pelatihan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan. Mereka yang lolos akan menempati posisi manajer di Koperasi Desa Merah Putih yang ada di berbagai daerah.
Lulusan SPPI akan Menjadi Manajer Koperasi
Rico berkata peserta yang lolos program SPPI nantinya akan ditempatkan sebagai manajer di Koperasi Desa Merah Putih di berbagai wilayah Indonesia.
Perekrutan Dijadwalkan Mulai Juni 2026
Rico mengatakan proses perekrutan SPPI untuk posisi di Koperasi Desa Merah Putih direncanakan dimulai pada Juni 2026. Saat ini pemerintah masih melakukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga serta menyiapkan mekanisme pelaksanaannya.





