Sidak SPPG, Wali Kota Solo Soroti Kualitas Menu MBG

WALI Kota Solo, Respati Ardi, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mojosongo, Jalan Busukan Timur No. 8A, RT 2 RW 27, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Solo, Jawa Tengah, Jumat, 13 Maret 2026. Sidak ini dilakukan untuk menindaklanjuti laporan masyarakat terkait kualitas menu dalam program Makan Bergizi Gratis atau MBG.

Respati mengatakan pemerintah menerima banyak keluhan dari penerima manfaat mengenai menu MBG yang dinilai tidak layak dikonsumsi. Ia menyoroti kualitas makanan yang dianggap tidak memenuhi standar gizi.

“Melihat pengalaman ini, sangat memprihatinkan. Pelaksanaan MBG di SPPG Mojosongo bahkan menjadi perhatian nasional karena pelaksanaannya tidak baik. Saya sangat menyayangkan karena banyak laporan menu MBG tidak layak,” kata Respati usai sidak.

Melalui sidak tersebut, Respati ingin memastikan pelaksanaan program MBG berjalan sesuai standar, baik dari sisi kualitas makanan maupun kandungan gizinya. Pemerintah Kota Solo ingin memastikan makanan yang diberikan kepada penerima manfaat benar-benar layak konsumsi dan mampu memenuhi kebutuhan gizi.

Menurut Respati, pengawasan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah agar program MBG berjalan optimal. Program tersebut dinilai penting karena berkaitan langsung dengan pemenuhan gizi masyarakat, khususnya kelompok penerima manfaat.

“Program MBG harus dilaksanakan dengan baik karena menyangkut pemenuhan gizi masyarakat. Kami ingin memastikan seluruh SPPG menjalankan program ini sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemkot Solo akan terus memantau dapur-dapur SPPG yang menjalankan program MBG. Jika ditemukan pelanggaran prosedur atau kualitas makanan yang tidak memenuhi standar, pemerintah tidak akan ragu mengambil tindakan tegas.

Respati juga menegaskan pengawasan program MBG dilakukan bersama sejumlah pihak, termasuk Satuan Tugas MBG, TNI, Polri, dan Kejaksaan, guna memastikan pelaksanaannya berjalan transparan dan akuntabel.

“Satgas MBG bersama TNI-Polri dan Kejaksaan akan menindak tegas SPPG yang tidak melaksanakan program ini sesuai ketentuan,” kata dia.

Selain pengawasan dari pemerintah, Pemkot Solo juga membuka ruang bagi masyarakat untuk ikut memantau pelaksanaan program tersebut. Laporan dari masyarakat dinilai penting sebagai indikator awal apabila terjadi persoalan di lapangan.

“Jika ada temuan terkait operasional maupun kualitas makanan, silakan dilaporkan. Semua laporan akan kami evaluasi agar program ini benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Respati.

Pemkot Solo berharap melalui pengawasan yang terus dilakukan, program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan lebih baik dan mampu meningkatkan kualitas gizi para penerima manfaat di Kota Solo.

  • Related Posts

    Kemhan Bakal Rekrut 30.000 SPPI untuk Kopdes Merah Putih

    KEMENTERIAN Pertahanan akan merekrut 30 ribu sarjana penggerak pembangunan Indonesia (SPPI) untuk mengelola Koperasi Desa Merah Putih. Ribuan SPPI ini akan menjadi tenaga pengawak bagi 80 ribu koperasi yang ditargetkan…

    Mudik Lebaran, 23 Ribu Kendaraan Masuk Jateng Hingga 14 Maret

    Jakarta – Sebanyak 23.468 kendaraan memasuki wilayah Jawa Tengah (Jateng) melalui Gerbang Tol (GT) Kalikangkung, Kota Semarang, jelang cuti bersama periode Lebaran. Adapun kendaraan yang keluar dari Jateng melalui GT…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *