Rismon Hasiholan Sianipar, tersangka kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) berbalik arah. Kini Rismon mengaku ijazah Jokowi dan ijazah Wapres Gibran Rakabuming Raka asli.
Dirangkum detikcom, Sabtu (14/3/2026), pekan lalu, Risman disebut telah mengajukan Restorative Justice (JR) terkait kasus ijazah Jokowi. Juga juga telah menemui Jokowi di Solo, Jawa Tengah, dan menyampaikan permohonan maaf.
“Jadi beberapa hari yang lalu atau seminggu yang lalu, yang bersangkutan saudara RHS bersama pengacaranya menyampaikan permohonan fasilitasi restorative justice kepada penyidik,” kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imannudin kepada wartawan, Rabu (11/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iman mengatakan Rismon pada Rabu (11/3) lalu datang ke Polda Metro Jaya untuk menanyakan perkembangan hal tersebut. Polda Metro Jaya saat ini penyidik masih memproses permohonan RJ yang diajukan oleh Rismon tersebut.
Kasus Ijazah Jokowi
Dalam perkara ini, total ada delapan orang yang ditetapkan sebagai tersangka, salah satunya Roy Suryo. Polisi terus mengusut kasus ini dan melakukan gelar perkara khusus.
Pada 8 Januari 2026, Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis mengunjungi kediaman Jokowi di Solo. Setelah bertemu, Jokowi berharap kasus keduanya diselesaikan melalui restorative justice (RJ).
Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis lalu mengajukan permohonan RJ kepada polisi. Polisi lalu menindaklanjuti permohonan tersebut hingga akhirnya menghentikan perkaranya.
Dengan begitu, kasus ini pun akhirnya hanya menyisakan enam tersangka, yakni pada klaster pertama tiga tersangka, Kurnia Tri Rohyani, Rustam Effendi, dan Muhammad Rizal Fadillah.
Kemudian, klaster kedua terdiri atas tiga tersangka, yakni Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianipar, dan Tifauzia Tyassuma alias dr Tifa.
Saat ini, Rismon masih berstatus tersangka. Dia masih dikenakan wajib lapor ke Polda Metro Jaya.
“Bisa berkoordinasi dengan penyidik dengan alasan tertentu (wajib lapor saat lebaran). Wajib lapor itu adalah bagaimana mengontrol orang yang dalam status hukum tersangka,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Jumat (13/3).
Rismon Temui Jokowi di Solo
Usai mengajukan RJ, Rismon kemudian menemui Jokowi di Solo pada Kamis (12/3). Rismon datang bersama pengacaranya Jahmada Girsang.
Rismon tampak memakai kemeja warna hitam dengan setelan celana jeans. Setelah tiba, Rismon langsung bertemu dengan Jokowi dan melakukan pertemuan tertutup.
Rismon mengaku kedatangannya untuk meminta maaf kepada Jokowi.
“Ya tentu, saya pun minta maaf kepada publik. Apalagi kepada pihak terkait seperti Bapak Joko Widodo. Itulah pertanggungjawaban seorang peneliti yang harus independen, yang siap dicerca, dihina dengan narasi-narasi sesuka mereka meskipun narasi mereka tidak bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah,” katanya usai bertemu Jokowi.
Jokowi Maafkan Rismon
Jokowi mengaku telah bertemu Rismon Sianipar yang merupakan tersangka tudingan ijazah palsu. Jokowi mengatakan dirinya sudah memaafkan Rismon.
“Ya, kemarin telah datang Pak Rismon Sianipar ke sini, ke kediaman saya dan saya menerima permohonan maaf Pak Rismon Sianipar,” kata Jokowi dilansir detikJateng, Jumat (13/3).
Jokowi menyatakan dirinya menyerahkan urusan hukum kasus tudingan ijazah palsu ke penasihat hukumnya. Dia menyerahkan urusan restorative justice kepada pengacara dan kepolisian.
“Mengenai nanti untuk urusan restorative justice-nya, saya serahkan kepada penasihat hukum saya, karena itu merupakan kewenangan dari Polda Metro, kewenangan dari penyidik yang ada di Polda Metro Jaya,” ujarnya.
Rismon Kini Nyatakan Ijazah Jokowi Asli
Kini peneliti dan ahli forensik digital itu menyatakan ijazah Jokowi dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka asli. Rismon akan menjelaskannya lewat buku yang sedang ditulis.
Dilansir Antara, Jumat (13/3), polemik ijazah Jokowi dan Gibran yang sebelumnya dituding palsu melalui dua bukunya berjudul ‘Jokowi’s White Paper’ dan ‘Gibran End Game’, kini dibantah sendiri oleh Rismon. Dia mengaku telah melakukan kajian lebih lanjut.
Hal itu disampaikan Rismon setelah menemui Wapres Gibran di Istana Wakil Presiden, Jakarta. Rismon juga menyampaikan permohonan maaf secara langsung.
“Iya, asli. Karena apa? Dengan kajian saya, makanya saya bilang, ‘truth hurts’. Kebenaran itu menyakitkan. Tetapi lebih menyakitkan lagi yang saya rasakan kalau saya tidak mengungkapkannya dan lebih jujur,” kata Rismon.
Rismon mengaku melakukan kajian lebih lanjut selama tiga bulan terakhir. Rismon mengklaim dirinya menemukan fakta keaslian ijazah Jokowi, yakni adanya ‘watermarks’ dan emboss fitur-fitur lainnya dalam dokumen itu menunjukkan konsistensi dengan membandingkan foto ijazah yang diunggah milik Dian Sandi Utama.
Dia mengakui penemuan jejak stempel yang tidak terlihat pada foto ijazah didapatkan dengan memasukkan variabel geometri pencahayaan, intensitas cahaya dan konklusi dari jenis lensa dalam rekonstruksi pada penelitian terbaru.
“Saya sampaikan ada tiga hal utama, emboss ada di pojok kiri bawah, watermark ada, dan fitur itu konsisten dengan apa yang di-upload dengan Dian Sandi Utama. Jangan bilang tidak ada, sedih saya,” kata Rismon.
Rismon menyampaikan kepada Gibran bahwa dia akan menulis buku antitesis dari ‘Jokowi’s White Paper’ dan ‘Gibran End Game’. Dia mengklaim penulisan buku tersebut setidaknya memakan waktu enam bulan sehingga diharapkan dapat dipublikasi pada tahun ini.
“Saya memang katakan kepada Mas Wapres, saya akan tuliskan koreksi saya terhadap penelitian saya yang tidak lengkap: Jokowi’s White Paper dan Gibran End Game. Dan saya minta izin saya tuntaskan di kampung saya di Balige. Saya akan mempublikasikannya,” katanya.
(lir/lir)




