Motivator Jamil Azzaini: Pegawai Dukcapil Harus Berintegritas

INFO TEMPO – Jamil Azzaini mendapatkan kesempatan untuk memberi motivasi kepada jajaran Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri di Hotel Bidakara pada Kamis, 12 Maret 2026. Momen tersebut seusai Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi merilis Data Kependudukan Bersih Semester II 2025.

Azzaini yang juga merupakan seorang pengusaha itu berujar bahwa pegawai Ditjen Dukcapil harus bekerja dengan penuh integritas. Bukan tanpa alasan, sebab peranan yang dipegang oleh ditjen ini penting dalam mendukung kebijakan negara.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Ini adalah tugas strategis negara, Anda menjalankan amanah suci. Maka orang-orang Dukcapil itu harusnya orang-orang yang berintegritas,” kata dia.

Dengan data yang dihimpun, Dukcapil menjadi lembaga yang menjaga kedaulatan identitas bangsa. Dari situlah, hak-hak masyarakat bisa dipenuhi, mulai dari pendidikan, kesehatan, dan demokrasi.

Jamil merinci, integritas yang harus dimiliki pegawai Ditjen Dukcapil adalah tidak melakukan yang jahat meskipun tidak ada yang melihat, tetap melakukan yang benar meski tidak terdengar, serta tidak berbuat curang walaupun tanpa pengawasan. Selain itu, integritas berarti tetap menjaga kejujuran karena menyadari selalu ada yang mengawasi.

Dengan integritas, Dukcapil dapat menjalankan tanggung jawab besar, termasuk memastikan data kependudukan yang akurat dan melindungi hak-hak warga negara. Tanpa kerja Dukcapil, Jamil menilai negara akan kesulitan memenuhi berbagai hak masyarakat.

“Saya bisa membayangkan itu pasti orang Dukcapil itu kerjaannya luar biasa itu. Ya lembur-lembur kayaknya ya. Karena luar biasa pekerjaan itu,” kata Jamil.

Sementara itu, Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi berujar akan terus bekerja keras untuk mendapatkan data kependudukan yang akurat. Data ini, kata dia, nanti akan menjadi dasar kebijakan publik yang inklusif, memastikan semua kelompok masyarakat terwakili.

“Potret keragaman bangsa Indonesia ini bukan sekadar statistik, tetapi juga pengakuan resmi atas eksistensi dan kontribusi setiap komunitas dalam pembangunan nasional,” ujar dia.

Menurut Teguh, data kependudukan ibarat tulang punggung bagi tubuh manusia. Tanpa tulang punggung, tubuh tidak dapat berdiri tegak. Begitu pula dalam layanan publik, dengan perekaman KTP-el yang mencapai 97 persen, data kependudukan menjadi penopang utama agar berbagai layanan lintas sektor dapat berjalan kokoh dan selaras.

“Data Kependudukan Bersih ini merupakan potret faktual kondisi demografi Indonesia yang diperoleh dari pelayanan administrasi kependudukan di seluruh Indonesia,” ujarnya. (*)

  • Related Posts

    DKB Semester II 2025 Catat 54,32 Persen Penduduk Indonesia Pernah Menikah

    INFO TEMPO – Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri merilis Data Kependudukan Bersih (DKB) Semester II Tahun 2025. Dari data itu, tercatat sebanyak 54,32 persen atau 156.602.012…

    Komisi XIII DPR Kecam Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

    WAKIL Ketua Komisi XIII Dewan Perwakilan Rakyat Sugiat Santoso mengecam penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus, pada Kamis malam,…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *