Komisi XIII DPR Kecam Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

WAKIL Ketua Komisi XIII Dewan Perwakilan Rakyat Sugiat Santoso mengecam penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus, pada Kamis malam, 12 Maret 2026. Politikus Partai Gerindra itu mengutuk serangan terhadap Andrie yang melakukan kerja-kerja aktivis hak asasi manusia.

“Saya sebagai Wakil Ketua Komisi XIII mengecam keras tindakan kekerasan yang dilakukan oleh pihak manapun. Apalagi dilakukan tidak bertanggung jawab kepada para aktivis-aktivis penggiat hak asasi manusia,” kata Sugiat melalui telepon pada Jumat, 14 Maret 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Sugiat mendesak aparat penegak hukum untuk mengungkap pelaku dan motif serangan tersebut. Dia meminta polisi dan APH lain secara serius menangani kejadian ini agar tidak ada korban lain yang berjatuhan.

“Kami mendesak kepada aparat penegak hukum untuk ya mengusut tuntas siapa pun pelaku dari tindakan kekerasan tersebut harus ditangkap dan diberi hukuman sehingga menimbulkan efek jera,” ucap Sugiat.

Menurut Sugiat, polisi harus berkomitmen untuk membeberkan kebenaran di balik serangan terhadap aktivis itu. Bila proses pengusutannya tuntas, kata dia, maka publik tidak akan menyisakan tanda tanya bagi publik sehingga menimbulkan spekulasi

Sugiat mengatakan Komisi XIII yang membidangi urusan hak asasi manusia akan memantau perkembangan kasus ini guna memastikan korban mendapatkan keadilan.  “Komisi XIII akan memonitoring kasus ini supaya bisa dituntaskan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya dan seadil-adilnya,” ujar Sugiat.

Andrie Yunus mendapat serangan penyiraman air keras di Jalan Salemba I – Talang  Jakarta Pusat, pada Kamis malam kemarin.  Andrie disiram dengan larutan berbahaya oleh dua orang tak dikenal yang mengendarai sebuah motor berlawanan arah dengannya.

Pelaku yang belum diidentifikasi itu menyiram air keras ke bagian depan tubuh Andrie yang mengakibatkan ia ambruk. “Korban langsung berteriak kesakitan hingga menjatuhkan motornya,” kata Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya pada Jumat, 13 Maret 2026.

Dimas menjelaskan bahwa sebelum kejadian Andrie baru saja merampungkan perekaman siniar bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI), Jakarta Pusat, sekitar pukul 23.00 WIB. Korban sempat mampir ke SPBU di Cikini lalu melanjutkan perjalanan dengan mengendarai roda dua.

Sekitar pukul 23.37 WIB, dua orang yang diduga laki-laki dengan mengendarai motor matic mendekati Andrie dan menyiram air keras. Cairan kimia yang bersifat korosif itu mengenai tubuh bagian kanan Andrie, terutama mata, wajah, dada, hingga tangan.

Baju korban juga sebagian meleleh imbas terkena air keras. Hasil pemeriksaaan medis menunjukkan Andrie mengalami luka bakar sebanyak 24 persen. Korban sempat berteriak kesakitan dan menyebut air keras sehingga sejumlah warga berdatangan. 

Terduga pelaku menjatuhkan gelas berbahan stainless steel saat berupaya kabur. Para pelaku diduga melarikan diri ke arah Jalan Salemba Raya. Korban kini tengah menerima perawatan intensif di rumah sakit. 

  • Related Posts

    Dwi Hartono Dkk Didakwa Lakukan Pembunuhan Berencana Terhadap Ilham Kacab Bank

    Jakarta – Kasus penculikan dan pembunuhan kepala cabang (Kacab) bank di Jakarta, M Ilham Pradipta (37), memasuki babak baru. Dwi Hartono dan para pelaku lain didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap…

    Kajian Adem Ramadan AQUA di Istiqlal, 100 Ribu Produk Dibagikan

    INFO TEMPO – AQUA kembali menghadirkan program “Kajian Adem Ramadan” di Masjid Istiqlal pada 19–22 Februari 2026 sebagai bagian dari kampanye #TemanAdemRamadan. Kegiatan ini bertujuan menemani masyarakat menjalani ibadah puasa…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *