KEMENTERIAN Pertahanan akan melatih sarjana penggerak pembangunan Indonesia (SPPI) untuk mengelola Koperasi Desa Merah Putih. Kementerian Pertahanan memproyeksikan mereka akan menempati posisi manajer dalam Kopreasi Desa Merah Putih.
“Pendidikan SPPI diarahkan untuk menyiapkan sumber daya manusia yang mendukung operasional serta penguatan tata kelola koperasi desa merah putih sebagai bagian dari penguatan ekonomi desa,” kata Kepala Biro Informasi dan Hubungan Masyarakat Sekretariat Kementerian Pertahanan Brigadir Jenderal Rico Ricardo Sirait, Jumat, 13 Maret 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Ia menjelaskan, perekrutan SPPI untuk Koperasi Desa Merah Putih terbuka untuk umum. Seluruh sarjana maupun magister dari semua jurusan bisa mendaftar sebagai calon pemimpin di koperasi tersebut. “Siapa saja boleh mengikuti asalkan memiliki syarat pendidikan terakhir sarjana,” kata Rico.
Nantinya, kata dia, calon SPPI yang mendaftar akan melalui proses seleksi dan pelatihan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan bersama sejumlah lembaga lainnya, seperti Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian RI, dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.
Pendidikan SPPI untuk mengisi posisi di Koperasi Desa Merah Putih akan dimulai pada Juni 2026. “Saat ini masih dalam tahap koordinasi lintas kementerian atau lembaga serta penyiapan,” ujar Rico.
Rico menekankan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia untuk mendukung pembentukan hingga 80 ribu Koperasi Desa Merah Putih dan Koperasi Kelurahan Merah Putih. “Perekrutan dan pelatihannya akan dilakukan secara bertahap,” kata Rico.





