Bisakah AI dalam operasi militer benar-benar etis?

Kami mengkaji kekhawatiran mengenai peran AI dalam operasi militer dan tantangan etika yang lebih luas yang dihadapi perusahaan teknologi.

Di tengah meningkatnya reaksi terhadap ChatGPT dan OpenAI, termasuk kampanye media sosial yang mencakup boikot, kami memeriksa apakah apa yang disebut “alternatif etis” benar-benar sesuai dengan klaim mereka. Kami juga menjajaki inisiatif-inisiatif baru yang berupaya menantang dominasi Big Tech dan mengembangkan sistem AI yang lebih akuntabel.

Pembawa acara: Stefanie Dekker

Tamu:

Aya Jaff – Kritikus dan penulis teknologi

Said Chihabi – Salah satu pendiri Thaura.AI

Hani Chihabi – Salah satu pendiri Thaura.AI

  • Related Posts

    Warga Berhamburan Keluar Rumah Saat Gempa M 5,4 Guncang Sukabumi

    Jakarta – Warga Sukabumi, Jawa Barat (Jabar) berhamburan keluar rumah saat gempa berkekuatan magnitudo (M) 5,4 terjadi. Warga yang merasakan getaran juga sempat berteriak gempa. Dilansir detikJabar, warga Jalan Sriwidari,…

    Serangan udara menargetkan pangkalan pasukan yang didukung Iran di Irak

    Lewati tautanLewati ke Konten Hidup Menu navigasi berita Afrika Asia AS & Kanada Amerika Latin Eropa Asia Pasifik Timur Tengah Dijelaskan Pendapat Olahraga Video Fitur Ekonomi Hak Asasi Manusia Krisis…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *