Wakaf Ramadhan Dompet Dhuafa Bangun Asrama Santri Tahfidz

INFO TEMPO – Memasuki sepuluh malam terakhir Ramadhan, suasana di Pesantren Tahfidz Green Lido (PTGL), Sukabumi, Jawa Barat, semakin khidmat. Di tengah udara dingin perbukitan, para santri terlihat tetap terjaga, menekur di atas mushaf masing-masing. Mereka berupaya meraih kemuliaan malam lailatul qadar dengan memperbanyak ibadah malam serta setoran hafalan Al-Qur’an.

Namun di balik kekhusyukan tersebut, para santri masih menghadapi keterbatasan fasilitas. Hingga saat ini, para penghafal Al-Qur’an di PTGL belum memiliki asrama santri permanen. Seluruh aktivitas, mulai dari beristirahat, belajar mandiri, hingga menyimpan barang pribadi, terpaksa dilakukan di satu ruang serbaguna yang tidak dirancang sebagai tempat tinggal.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Kondisi ini membuat para santri harus berbagi ruang untuk berbagai kegiatan sekaligus. Ketika sebagian santri beristirahat, di sudut lain santri lainnya melantunkan hafalan dengan suara keras untuk mengejar target setoran. Ketiadaan sekat dan ruang khusus membuat privasi menjadi sangat terbatas, sementara akses menuju kamar mandi juga masih minim sehingga santri harus bergantian dengan puluhan teman lainnya.

Melihat kondisi tersebut, Dompet Dhuafa berinisiatif menghadirkan solusi permanen melalui program wakaf pembangunan asrama santri tahfidz. Pembangunan asrama dua lantai dirancang untuk memisahkan area istirahat dengan area aktivitas lainnya agar para santri memiliki ruang belajar yang lebih kondusif dan nyaman.

Saat ini, proses pembangunan tengah memasuki tahap struktur bawah. Tim konstruksi sedang menyelesaikan galian pondasi bore pile serta perakitan pembesian sebagai fondasi utama bangunan. Selain itu, sistem sanitasi juga direncanakan lebih memadai dengan penambahan jumlah toilet agar antrean panjang yang selama ini terjadi dapat teratasi.

Pengembang Wakaf Dompet Dhuafa di PTGL, Dini Khairunnisa, mengatakan bahwa keberadaan asrama sangat penting untuk mendukung ekosistem belajar santri tahfidz. Menurutnya, asrama bukan hanya sekadar tempat tinggal, tetapi juga ruang pembentukan kedisiplinan dan ketenangan bagi para penghafal Al-Qur’an.

“Kami sedang berikhtiar membangun asrama santri ini agar mereka memiliki tempat yang layak. Fasilitas yang memadai adalah syarat agar santri bisa lebih fokus menghafal Al-Qur’an tanpa harus terganggu oleh aktivitas lain dalam satu ruangan,” ujar Dini.

Harapan besar juga datang dari para santri. Ghaisan, salah satu santri PTGL, mengungkapkan bahwa pembangunan asrama menjadi harapan baru bagi dirinya dan teman-temannya untuk belajar dengan lebih nyaman.

“Saya berharap asrama ini bisa selesai tahun ini. Kalau sudah berdiri, kami bisa belajar dan menghafal Al-Qur’an dengan lebih fokus tanpa harus berbagi satu ruangan untuk semua kegiatan,” kata Ghaisan.

Melalui program wakaf Ramadhan ini, Dompet Dhuafa mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan asrama santri tahfidz di Sukabumi. Setiap kontribusi diharapkan menjadi investasi jariyah yang terus mengalir seiring para santri menjaga dan menghafal kalam ilahi.

Informasi lebih lanjut mengenai program wakaf serta perkembangan pembangunan asrama dapat diakses melalui laman resmi Dompet Dhuafa di : https://digital.dompetdhuafa.org/wakaf/asramaetahfidz.(*)

  • Related Posts

    Gempa M 5,3 Terjadi di Sumur Banten

    Jakarta – Gempa berkekuatan magnitudo (M) 5,3 terjadi di Sumur, Banten. Kedalaman gempa 10 Km. Melalui akun X nya, BMKG melaporkan gempa terjadi pada Minggu (22/3/2026) pukul 01.08 WIB. Gempa…

    Lebaran di Balik Jeruji, Tahanan Polres Serang Terharu Bisa Makan Opor-Rendang

    Jakarta – Para tahanan di Polres Serang, Banten, masih bisa menikmati suasana hari raya Idulfitri meski dalam jeruji besi. Mereka mendapatkan makanan khas lebaran yang dibagikan. Perayaan lebaran di tahanan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *