Anak-anak di antara korban penembakan Pakistan di Afghanistan: Taliban

Bentrokan lintas batas antara kedua negara meningkat pada 26 Februari, dua hari sebelum AS dan Israel menyerang Iran, yang memicu perang Timur Tengah yang meluas.

Pemerintah Taliban mengatakan empat anggota keluarga yang sama, termasuk dua anak, tewas akibat tembakan artileri dan mortir Pakistan di Afghanistan timur.

Kematian yang dilaporkan pada hari Kamis menambah jumlah korban tewas di Afghanistan menjadi tujuh orang sejak Selasa dalam tabrakan melintasi batas, menurut pihak yang berwenang di Kabul.

Cerita yang Direkomendasikan

daftar 4 barang

daftar akhir

Pertarungan antara kedua negara semakin intensif pada tanggal 26 Februari ketika Afghanistan melancarkan serangan di sepanjang perbatasan mereka sebagai penyelesaian atas serangan udara Pakistan sebelumnya yang menargetkan Taliban Pakistan, hanya dua hari sebelum Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran, berbicara a perang regional yang luas.

Wakil juru bicara pemerintah Hamdullah Fitrat mengatakan kematian terbaru terjadi pada Kamis pagi di desa Sadqo di provinsi Khost ketika ia menuduh Pakistan dengan sengaja menargetkan rumah-rumah warga sipil dan tenda-tenda pengembara.

“Empat anggota keluarga nomaden, termasuk satu perempuan dan satu laki-laki, serta dua anak – satu perempuan dan satu laki-laki – tewas dan tiga anak lainnya terluka,” tulisnya di X.

Kantor gubernur provinsi memberikan jumlah korban tewas yang sama.

Pakistan menyatakan bahwa mereka tidak menargetkan warga sipil, dan klaim korban dari kedua pihak sulit untuk dilakukan secara independen.

Di Islamabad, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tahir Hussain Andrabi mengatakan kepada wartawan bahwa Pakistan telah melakukan “operasi yang ditargetkan dengan uji tuntas, dengan prinsip pemeriksaan yang tegas dan memastikan tidak ada warga sipil yang terluka”.

Pada hari Selasa, Fitrat mengatakan tiga warga sipil tewas akibat tembakan Pakistan di provinsi perbatasan Paktia. Sumber-sumber medis memberikan jumlah korban yang sama kepada kantor berita AFP.

Islamabad menuduh Kabul bersembunyi dari Taliban Pakistan, yang mengaku bertanggung jawab atas serangkaian serangan mematikan di Pakistan, dan dari afiliasi ISIS (ISIL) di Provinsi Khorasan. Pihak yang berwenang Afghanistan membantah tuduhan tersebut.

Misi PBB di Afghanistan menyatakan 56 warga sipil tewas di sana, termasuk 24 anak-anak, akibat operasi militer Pakistan dari 26 Februari hingga 5 Maret.

Para pejabat Pakistan telah mengkonfirmasi 12 tentara tewas dan sekitar 27 terluka dalam pertempuran terakhir, sementara Taliban mengklaim telah membunuh lebih dari 150 orang.

Sekitar 115.000 orang telah melakukannya terpaksa meninggalkan rumah merekamenurut PBB.

  • Related Posts

    Mendes PDT Minta Pemutakhiran DTSEN Dilakukan Serius Agar Bansos Tepat Sasaran

    Jakarta – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto meminta data tunggal sosial ekonomi nasional (DTSEN) dimutakhirkan dengan serius oleh semua pihak. Sebab data tunggal tersebut merupakan…

    Israel melancarkan serangan udara ke Beirut selama siaran langsung Al Jazeera

    Umpan Berita Serangan udara Israel menghantam sebuah gedung selama siaran langsung Al Jazeera, beberapa saat setelah militer mengumumkan “gelombang serangan” baru yang menargetkan infrastruktur Hizbullah di seluruh Beirut. Diterbitkan Pada…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *