PRESIDEN Prabowo Subianto menyoroti para pemimpin dunia yang tidak lihai dalam menjaga perdamaian. Menurut Prabowo, ada banyak tokoh yang gagal menciptakan situasi damai meski punya kekuatan besar.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Prabowo menyampaikan pandangannya itu dalam peringatan malam Nuzulul Quran di Istana Negara, Jakarta pada Selasa, 10 Maret 2026. “Banyak pemimpin di dunia yang memiliki kekuatan besar, tidak dengan lancar menjaga perdamaian yang kita perlukan dan diperlukan oleh seluruh umat manusia,” kata Prabowo saat memberi sambutan.
Situasi dunia saat ini, kata Prabowo, rawan dengan ketidakpastian. Bahkan, dia menilai situasi di mana para pemimpin tidak lihai menjaga perdamaian adalah kondisi penuh bahaya.
Menyikapi kondisi itu, Prabowo mengatakan bangsa Indonesia harus menggalang persatuan antara diri sendiri dan dengan bangsa lain. Dengan begitu, dia yakin bahwa pada akhirnya kebenaran akan menang.
Dalam pidatonya, Prabowo juga menanggapi ceramah yang diberikan pendakwah Quraish Shihab dalam acara Nuzulul Quran di Istana Negara. Quraish berbicara di podium sebelum Prabowo.
Prabowo meyakini ucapan Quraish bahwa tekad dan komitmen yang teguh bisa membawa umat manusia mencapai keberhasilan. “Insyaallah apa yang kita cita-citakan akan kita capai bersama,” tutur Prabowo.
Prabowo tidak menyebut nama pemimpin dunia yang dia nilai tidak lihai dalam menjaga perdamaian. Presiden juga tidak secara khusus merujuk kepada negara mana pun saat memberikan penilaiannya itu.
Pidato Prabowo saat peringatan Nuzulul Quran kali ini disampaikan di tengah situasi perang di Timur Tengah. Eskalasi konflik di kawasan itu terjadi setelah militer Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari 2026 lalu.
Serangan udara ke Teheran, ibu kota Iran, tersebut menewaskan sejumlah pemimpin Republik Islam itu, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Iran melakukan serangan balasan ke wilayah Israel serta negara-negara tetangganya yang memiliki pangkalan militer Amerika Serikat. Serangan dari AS-Israel ke Iran juga terus terjadi.
Pada Selasa, 10 Maret 2026, konflik di kawasan tersebut memasuki hari ke-11. Perang itu juga menyebabkan Selat Hormuz, jalur distribusi minyak dunia, tertutup. Pada hari yang sama, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan perang yang dilancarkan negaranya dan Israel ke Iran akan segera berakhir.






