Operasional 717 SPPG Indonesia Timur Dihentikan Sementara

BADAN Gizi Nasional (BGN) akan melakukan penangguhan atau suspend terhadap 717 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Wilayah III atau wilayah Indonesia Timur. Alasannya, karena ratusan SPPG tersebut hingga kini belum mendaftarkan sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS). Langkah ini diambil sebagai bagian dari penegakan standar keamanan pangan dalam pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG).

Berdasarkan rekapitulasi pemantauan BGN Wilayah III, dari total 4.219 SPPG yang terdata, sebanyak 2.138 dapur telah memiliki SLHS, 1.364 dapur sedang dalam proses pengurusan, sementara 717 dapur lainnya belum melakukan pendaftaran sama sekali. SPPG yang belum mendaftar tersebut tersebar di sejumlah provinsi, di antaranya Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, hingga Maluku dan beberapa wilayah di Papua.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah III BGN, Rudi Setiawan, mengatakan kepemilikan SLHS merupakan syarat penting untuk memastikan SPPG memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan bagi para penerima manfaat program. “SPPG yang belum mendaftarkan SLHS akan kami suspend sementara sampai kewajiban tersebut dipenuhi. Ini bukan semata penindakan, tetapi langkah untuk memastikan seluruh proses penyediaan makanan memenuhi standar higiene dan sanitasi yang telah ditetapkan,” kata Rudi dalam keterangan tertulis, Rabu, 11 Maret 2026.

Menurut Rudi, standar SLHS menjadi instrumen penting dalam menjaga kualitas makanan yang disalurkan kepada jutaan penerima manfaat. Dengan adanya sertifikasi tersebut, operasional dapur dapat dipastikan telah melalui pemeriksaan kelayakan sanitasi oleh otoritas kesehatan setempat.

BGN juga mencatat bahwa sebagian besar SPPG sebenarnya telah menunjukkan komitmen untuk memenuhi standar tersebut. Hal ini terlihat dari tingginya jumlah dapur yang sudah memiliki SLHS maupun yang saat ini sedang dalam proses pengurusan.

“Kami mendorong seluruh pengelola SPPG yang belum mendaftar agar segera mengurus SLHS melalui dinas kesehatan setempat. Begitu proses pendaftaran dilakukan, kami akan memantau hingga sertifikatnya terbit sehingga operasional dapat berjalan sesuai standar,” kata Rudi.

  • Related Posts

    Motif Perampokan di Balik Tewasnya Ermanto Usman

    Jakarta – Terungkap motif penyerangan pensiunan karyawan Jakarta International Container Terminal (JICT), Ermanto Usman, bersama istrinya hingga bersimbah darah di kediamannya di Bekasi. Pelaku beraksi untuk merampok rumah korban. Dalam…

    Keluarga pengungsi Lebanon mencari perlindungan di tempat penampungan sekolah

    Umpan Berita Keluarga-keluarga pengungsi dari Lebanon Selatan telah mengungsi di sebuah sekolah di Sidon setelah melarikan diri dari serangan Israel. Pemerintah Lebanon mengatakan lebih dari 630 orang tewas dan lebih…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *