KEMENTERIAN Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyampaikan persiapan untuk pelaksanaan haji tahun ini sudah sekitar 95 persen. Meski di tengah eskalasi perang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran, juru bicara Kemenhaj Ichsan Marsha mengatakan pelaksanaan haji masih sesuai rencana.
“Masih on schedule. Soal perubahan-perubahan, kami masih terus koordinasi dan memantau dinamika di lapangan,” kata Ichsan saat dihubungi, Rabu, 11 Maret 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Dalam pernyataan sebelumnya, Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menyampaikan, sampai saat ini belum ada dampak terhadap persiapan haji yang saat ini sedang berlangsung. Seluruh proses perencanaan dan koordinasi juga masih berjalan sesuai rencana. “Kami memastikan sampai saat ini persiapan haji 2026 tidak terdampak. Semua tahapan tetap berjalan,” kata Dahnil pada Ahad, 1 Maret 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya eskalasi politik dan keamanan di sejumlah negara kawasan Timur Tengah. Pemerintah Indonesia, menurut Dahnil, terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan otoritas terkait.
Meski pelaksanaan haji dipastikan aman, pemerintah mengimbau calon jemaah umrah yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatan. Imbauan ini merupakan langkah antisipatif atas dinamika kawasan yang dinilai belum stabil.
Kemenhaj bersama Kementerian Luar Negeri RI terus berkoordinasi dengan otoritas di Arab Saudi, maskapai penerbangan, serta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) guna memastikan keselamatan dan kenyamanan jemaah, termasuk mereka yang mengalami penundaan kepulangan. “Kami terus berkoordinasi agar jemaah yang tertunda dapat ditangani dengan baik dan ditempatkan di lokasi yang aman serta layak,” kata Dahnil.
Menurut jadwal, keberangkatan jemaah haji 2026 kloter pertama akan dilaksanakan pada 22 April mendatang. Sekitar 221 ribu jemaah haji akan berangkat ke tanah suci tahun ini.






