GUBERNUR Jakarta Pramono Anung menyatakan pengiriman sampah dari Jakarta ke Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang akan mulai dibatasi setelah terjadi longsor di zona 4A. Daya tampung lokasi tersebut dinilai sudah sangat terbatas.
“Bantargebang memang harus mulai ada pembatasan karena daya tampungnya sudah sangat terbatas. Sambil menunggu zona 4A dipulihkan, sementara ini pengiriman sampah akan dialihkan ke zona 3 serta dua zona baru yang sedang disiapkan sebagai lokasi sementara,” kata Pramono dalam keterangan resmi, dikutip Selasa, 10 Maret 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Pramono menyampaikan hal itu setelah meninjau langsung lokasi longsor di TPST Bantargebang, Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat. Dalam peninjauan itu, Pramono juga memutuskan agar Sungai Ciketing segera dinormalisasi.
Sungai tersebut sempat tertutup material longsoran sampah sehingga mengganggu aliran air dan akses jalan di sekitarnya. “Saya memutuskan agar Sungai Ciketing segera dinormalisasi. Manfaatnya sangat besar bagi warga, karena jika aliran sungai tertutup, akses jalan di sekitarnya juga ikut terhambat,” ujar dia.
TPST Bantargebang setiap hari menerima kiriman sampah dari Jakarta sekitar 7.400 hingga 8.000 ton. Karena itu, pemerintah daerah juga akan mendorong pemilahan sampah untuk mengurangi beban tempat pengolahan tersebut.
Sebagai solusi jangka menengah, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menyiapkan pengoperasian fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan di Jakarta Utara. Fasilitas itu saat ini masih dalam tahap uji coba dan persiapan operasional bersama para pakar agar dapat berfungsi secara aman dan tidak menimbulkan dampak bagi warga sekitar.
Pramono menargetkan RDF Rorotan dapat membantu mengurangi sekitar 1.000 hingga 1.500 ton sampah per hari dari Jakarta. Ia berharap proses commissioning segera selesai sehingga fasilitas tersebut dapat beroperasi normal.
Longsor di zona 4A TPST Bantargebang diduga dipicu hujan ekstrem pada Ahad, 8 Maret 2026, dengan curah hujan mencapai 264 milimeter per hari. Material longsoran menutup jalan operasional serta aliran Sungai Ciketing sepanjang sekitar 40 meter.
Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta juga mengaktifkan operasi tanggap darurat untuk menangani korban, menstabilkan area longsor, serta memulihkan layanan pengelolaan sampah. Proses evakuasi didukung 19 ekskavator dan tujuh unit ambulans yang dikerahkan di lokasi.
Korban Longsor di Bantargebang
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) DKI Jakarta kembali menemukan jasad korban yang tertimbun longsoran gunungan sampah Bantargebang. “Satu jenazah ditemukan siang tadi, sehingga total ada lima orang yang meninggal dunia,” kata Humas Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) DKI Jakarta Romli Prasetyo di Jakarta, Senin, dikutip dari Antara.
Hingga kini, kata dia, petugas masih mencari empat orang lagi yang diduga masih tertimbun. “Sejauh ini empat orang yang selamat,” kata dia.
Basarnas DKI Jakarta mencatat ada 13 orang menjadi korban longsoran gunung sampah. Empat orang yang selamat yakni Budiman, Joha, Safifudin, dan Slamet.
Sementara korban meninggal adalah pemilik warung Enda Widayanti, pemilik warung Sumine, supir truk Dedi Sutrisno dan Irwan Supriatin. “Ditambah satu jasad lagi yang baru ditemukan petugas. Kami masih mencari empat orang korban yang belum ditemukan” kata Romli.





