Jakarta –
Sebanyak 22 Warga Negara Indonesia (WNI) dari Iran telah tiba dengan selamat di Jakarta. Mereka menceritakan momen mencekam selama proses dievakuasi dari Teheran, Iran.
Salah seorang WNI, Zulfan, mengatakan dirinya menerima surat undangan dari KBRI Teheran pada Rabu (4/3) untuk melakukan evakuasi. Dia kemudian diminta untuk mengisi formulir keberangkatan ke Tanah Air.
“Jadi pada tahap pertama sekali, 32 orang mengisi, langsung diberangkatkan,” kata Zulfan, di Bandara Soekarno Hatta, Selasa (10/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengatakan para WNI mulai diberangkatkan dari KBRI Teheran pada Jumat (6/3) sekitar waktu subuh. Kemudian mereka menempuh perjalanan sekitar sembilan jam hingga tiba di Astara, perbatasan Iran-Azerbaijan
“Nah subuh kami baru berangkat sekitar 9 jam sampai ke perbatasan Iran dengan Azerbaijan. Yang lama itu 5 jam kami tunggu di imigrasi perbatasan. Tapi di Baku hanya satu jam kami langsung menuju kota dan menginap di hotel yang disediakan,” ujarnya.
Zulfan juga menceritakan momen mencekam selama proses evakuasi dari Teheran. Dia mendengar banyak ledakan hingga membuat kaca gedung KBRI di Teheran bergetar.
“Situasinya mencekam ketika kami berada di KBRI Teheran, itu 10 bom di atas KBRI lewat. Dan 1 kilo sampai 2 kilo itu bom itu luar biasa, sehingga kaca-kaca di kedutaan itu bergetar. Kami menuju basement sebenarnya, tapi kata Dubes sementara enggak usah dulu,” jelas Zulfan.
WNI lainnya, Hakam, menjelaskan bahwa proses evakuasi ini bersifat pilihan. Pemerintah memberikan fasilitas bagi warga yang merasa khawatir dan ingin pulang ke tanah air.
“Memang imbauan. Kalau misalkan mau pulang ya akan difasilitasi dan akan dijamin keamanan dan perjalanannya dari meeting point di KBRI Tehran hingga tiba di tanah air,” kata Hakam.
Sementara itu, Muhammad Jawad, mahasiswa WNI lainnya yang pulang bersama istrinya, mengatakan bahwa keputusan ikut evakuasi bukan semata-mata karena rasa takut terhadap serangan militer.
“Kami memilih untuk dievakuasi bukan karena kami takut atas serangan yang terjadi di Iran, tetapi karena kami memang sudah ada rencana untuk pulang,” tutur Jawad.
Lebih lanjut, dia mengapresiasi koordinasi cepat antara KBRI Tehran, KBRI Baku di Azerbaijan, hingga KBRI Istanbul yang mengawal kepulangan mereka di setiap titik transit.
“Kami sampaikan terima kasih kepada Bapak Dubes Roy, Atase Pertahanan Pak Soni, dan juga Dubes di Baku Pak Berlian Helmy yang sudah menemani kami sampai penerbangan ke Turki,” pungkasnya.
Total ada 32 WNI yang saat ini telah dievakuasi dari Iran. Di gelombang kedua, tercatat sudah ada 36 WNI yang terjadwal untuk dipulangkan ke Tanah Air.
(ygs/ygs)




