Menbud Serahkan Bantuan Pemulihan Pascabanjir di Sejumlah Wilayah Aceh

Jakarta

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, dalam rangkaian kunjungan kerja di Provinsi Aceh, menyambangi sejumlah lokasi yang terdampak bencana banjir beberapa waktu lalu.

Dalam kunjungannya, ia juga menyerahkan bantuan ke warga di sekitar Situs Istana Banuaraja dan Sekolah Inspirasi Bangsa, serta meninjau hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak banjir.

Fadli pun mengapresiasi atas semangat masyarakat dan para pelajar yang tetap optimistis beraktivitas di tengah proses pemulihan. Ia menilai semangat kebersamaan dan gotong royong menjadi kekuatan penting bagi masyarakat untuk bangkit dari situasi sulit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Dengan melihat semangat masyarakat, dari orang tua hingga anak-anak, kita yakin bahwa kita bisa bangkit, optimis, dan kembali pulih dengan cepat serta kuat,” ucap Fadli dalam keterangan tertulis, Senin (9/3/2026).

Pada kesempatan tersebut, Fadli juga menyerahkan sejumlah bantuan dukungan pemulihan secara simbolis. Adapun bantuan diserahkan untuk warga di sekitar Situs Istana Banuaraja dan Sekolah Inspirasi Bangsa. Kemudian, penyerahan simbolis rendang, serta dukungan bagi rumah singgah sementara (huntara) bagi masyarakat yang terdampak banjir.

Bantuan tersebut merupakan bagian dari dukungan Kementerian Kebudayaan RI agar proses pemulihan di wilayah terdampak dapat terus berlangsung secara berkelanjutan. Melalui dukungan tersebut, diharapkan aktivitas masyarakat, pelestarian situs budaya, serta kegiatan pendidikan di kawasan tersebut dapat kembali berjalan dengan baik dan optimal.

Fadli menegaskan masyarakat Aceh Tamiang memiliki semangat dan solidaritas yang kuat untuk bangkit dari dampak bencana. Ia juga menyampaikan pemerintah pusat bersama pemerintah daerah, kementerian dan lembaga, serta berbagai elemen masyarakat akan terus bekerja sama mendukung proses pemulihan di wilayah tersebut agar masyarakat dapat kembali pulih secara cepat dan kuat.

Kementerian Kebudayaan juga akan terus mendampingi upaya pemulihan situs-situs budaya yang terdampak bencana, sekaligus memperhatikan keberlanjutan kehidupan masyarakat di sekitarnya yang menjadi bagian penting dari ekosistem kebudayaan. Melalui berbagai program pelestarian, pemulihan, serta pemberdayaan masyarakat, diharapkan warisan budaya tetap terjaga dan juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sebagai pelaku dan penjaga kebudayaan.

Sebagai informasi, turut hadir sejumlah tokoh dalam kesempatan tersebut, di antaranya Wakil Gubernur Aceh, Fadlullah, serta Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi. Hadir mendampingi Menteri Kebudayaan dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Wawan Yogaswara; Direktur Warisan Budaya, I Made Dharma Suteja; Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah I Aceh, Piet Rusdi; serta Kepala Balai Pelestarian Wilayah II Medan, Sukronedi.

(akd/ega)

  • Related Posts

    THR Pensiun Sudah Cair, TASPEN Minta Peserta Waspada Penipuan

    INFO NASIONAL – PT TASPEN (Persero) terus melanjutkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan kenyamanan bagi para peserta, khususnya pensiunan Aparatur Negeri Sipil (ASN) dan Pejabat Negara, dalam masa penyaluran Tunjangan…

    Komunikasi Terakhir Kapten ke Istri Sebelum Kapal Meledak di Selat Hormuz

    Jakarta – Kapten Miswar Maturusi bersama 2 WNI lainnya hilang usai kapal Tugboat Musaffah 2 meledak dan tenggelam di Selat Hormuz. Miswar sempat berkomunikasi dengan istrinya, Marliani Ahmad sehari sebelum…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *