Banjir Terjang 20 Titik di Serang, 528 Rumah Warga Terendam

Jakarta

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang mencatat sebanyak 20 titik terendam banjir akibat hujan lebat. Tercatat sebanyak 6.763 orang terdampak akibat bencana ini.

Berdasarkan data BPBD Kota Serang hari ini pukul 08.30 WIB, terdapat 20 titik kejadian banjir. Empat rumah dilaporkan rusak akibat cuaca ekstrem sejak Minggu (8/3).

“Bencana ini dipicu oleh hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur sejak Minggu dini hari (8/3), diperparah dengan luapan air sungai serta sistem drainase yang tidak berfungsi optimal,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang, Diat Hermawan, Senin (9/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diat menyampaikan, total warga terdampak mencapai 2.223 KK atau 6.763 jiwa, dengan 528 rumah terendam dan 4 rumah mengalami kerusakan serius.

Kecamatan Kasemen menjadi wilayah yang paling terdampak dengan 14 titik banjir. Lokasi terparah berada di Lingkungan Manggerong, Kelurahan Sawah Luhur, di mana ketinggian air sempat mencapai 100 cm (1 meter), sehingga memaksa 22 KK untuk mengungsi.

Sementara itu, di Kecamatan Serang, banjir terjadi di Lingkungan Kebaharan Masjid, Lingkungan Domba (Kel. Lopang), dan Perum BIP (Kel. Unyur). Di lokasi-lokasi tersebut, air dilaporkan sebagian besar telah surut.

Di Kecamatan Cipocok Jaya, banjir masih menggenangi Kompleks Grand Sutera (Kel. Panancangan) dengan dampak mencapai 1.950 jiwa. Sementara di Kecamatan Walantaka, terpantau genangan setinggi 20 cm masih terjadi di Perum Persada Banten.

“Selain permukiman warga, fasilitas umum seperti Puskesmas Kasemen dan Pondok Pesantren Mirbath Syaja’ah Al Akhyar juga dilaporkan terdampak luapan air,” jelas Diat.

Diat memastikan personel dan peralatan telah dikerahkan ke lokasi-lokasi kritis sejak awal kejadian. Beberapa upaya telah dilakukan petugas seperti evakuasi warga di titik banjir yang dalam, khususnya di wilayah Kasemen.

“Kami juga melakukan pendirian tenda pengungsian untuk memfasilitasi 84 jiwa yang saat ini masih mengungsi, serta melakukan monitoring kontinu melalui BMKG dan Call Center BPBD,” katanya.

(aik/whn)

  • Related Posts

    THR Pensiun Sudah Cair, TASPEN Minta Peserta Waspada Penipuan

    INFO NASIONAL – PT TASPEN (Persero) terus melanjutkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan kenyamanan bagi para peserta, khususnya pensiunan Aparatur Negeri Sipil (ASN) dan Pejabat Negara, dalam masa penyaluran Tunjangan…

    Komunikasi Terakhir Kapten ke Istri Sebelum Kapal Meledak di Selat Hormuz

    Jakarta – Kapten Miswar Maturusi bersama 2 WNI lainnya hilang usai kapal Tugboat Musaffah 2 meledak dan tenggelam di Selat Hormuz. Miswar sempat berkomunikasi dengan istrinya, Marliani Ahmad sehari sebelum…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *