Kemenkes Ingatkan Waspada Campak Menjelang Libur Lebaran

KEMENTERIAN Kesehatan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan campak menjelang periode mudik dan libur lebaran. Mobilitas masyarakat yang meningkat dan potensi kerumunan disebut akan memperbesar risiko penularan penyakit ini.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Karena itu masyarakat perlu tetap waspada terhadap penularan campak, terutama pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap,” kata Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan Andi Saguni dalam siaran pers pada Sabtu, 7 Maret 2026. 

Di Indonesia, tren kasus campak cukup masif pada awal Januari 2026. Hingga pekan ke-8 di tahun 2026, Kementerian Kesehatan mencatat terdapat 10.453 suspek campak dengan 8.372 kasus dan 6 kematian. 

Selain itu, terdapat 45 kejadian luar biasa campak di 29 kabupaten/kota pada 11 provinsi. Sejumlah provinsi itu antara lain Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogjakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah. 

Andi menuturkan tren itu mulai menunjukan sepanjang Februari. “Tren kasus suspek campak meningkat pada Januari dan mulai menurun sepanjang Februari 2026. Pemerintah terus melakukan respons cepat untuk mencegah penularan yang lebih luas,” kata Andi. 

Kendati trennya mulai menurun, ia melanjutkan, kewaspadaan akan penularan campak menjelang libur lebaran ini tidak boleh kendor, mengingat risiko penularan yang kian tinggi. 

Sebagai langkah pengendalian, Kementerian Kesehatan akan mempercepat pelaksanaan outbreak response immunization (ORI) dan cacth up campaign (imunisasi kejar) campak-rubella (MR) di wilayah terdampak maupun wilayah berisiko. Program tersebut dilaksanakan di 102 kabupaten dan kota sepanjang Maret 2026 dengan sasaran utama anak usia 9-59 bulan.

Andi lantas mengimbau masyarakat untuk segera memeriksa status imunisasi anak dan melengkapinya jika belum lengkap. Ia menekankan imunisasi merupakan perlindungan paling efektif untuk mencegah anak tertular virus yang mengakibatkan campak. 

Selain itu, Kementerian Kesehatan juga mengimbau masyarakat senantiasa menerapkan perilaku hidup bersi dan sehat, seperti mencuci tangan dengan sabun, menerapkan etika batu, serta menggunakan masker saat berada dalam kerumunan. 

“Apabila anak mengalami gejala campak atau sedang sakit, sebaiknya juga tidak bepergian terlebih dahulu dan segera dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan. Mengurangi kontak dengan orang lain juga penting untuk mencegah penularan lebih luas,” tutur Andi. 

  • Related Posts

    75 RT di Jakarta Tergenang Banjir

    SEBANYAK 75 RT terendam banjir setelah hujan deras yang melanda wilayah DKI Jakarta pada Sabtu, 7 Maret 2026, sampai Ahad, 8 Maret 2026. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)…

    Pramono Sebut Curah Hujan Jakarta Sangat Tinggi, Siagakan 1.200 Pompa

    Jakarta – Sejumlah ruas jalan dan titik terendam banjir pagi ini imbas hujan mengguyur semalaman. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut curah hujan Jakarta memang terbilang sangat tinggi. “Hari ini…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *