Jakarta –
Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah tokoh ulama dan pimpinan organisasi (ormas) Islam dalam acara berbuka puasa bersama di Istana Merdeka, Jakarta. Pertemuan tertutup itu berlangsung selama tiga jam.
“Bapak Presiden tadi dari jam 20.00, sekarang jam berapa ini, 23.00, 3 jam,” kata Menko Pangan Zulkifli Hasan usai acara di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (5/3/2026) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri ATR/BPN sekaligus tokoh NU, Nusron Wahid, menyebut sebanyak 158 pimpinan ormas Islam memenuhi undangan acara. Mereka mewakili 86 ormas Islam.
“Dengan 158 pimpinan ormas Islam se-Indonesia, ada 86 pimpinan ormas. Kemudian ditambah dengan tokoh-tokoh Islam, sama tokoh-tokoh pimpinan pondok pesantren,” kata Nusron.
Nusron mengungkapkan Habib Rizieq Shihab juga turut diundang dalam silaturahmi bersama Prabowo. Namun Habib Rizieq disebut berhalangan hadir dan diwakili.
“Termasuk kita undang sebetulnya Habib Rizieq Shihab. Tapi beliau tidak hadir, mewakilkan kepada dua menantunya, yaitu Habib Hanif Al-Attas sama Habib Muhammad. Menantunya beliau,” katanya.
Dalam pertemuan itu, Prabowo dan para pimpinan ormas berdiskusi sejumlah hal termasuk situasi geopolitik dan geoekonomi global. Mereka membicarakan dampak situasi global tersebut terhadap Indonesia.
“Dari diskusi tadi, intinya Bapak Presiden menjelaskan dua hal. Pertama, masalah geopolitik dan geoekonomi secara global. Terutama yang menyangkut tentang krisis di Timur Tengah, baik di Gaza maupun Palestina maupun kondisi kekinian yang ada menyangkut bagaimana pascaserangan daripada Israel dan Amerika terhadap Iran, dan kemungkinan dampak-dampaknya terhadap Indonesia,” ujarnya.
Pertemuan itu juga membahas mengenai berbagai isu aktual di Indonesia. Utamanya di sektor ekonomi dan sosial.
“Kemudian, yang kedua menjelaskan kondisi kekinian tentang ekonomi dan sosial keadaan yang ada di Indonesia,” imbuh Nusron.
Nusron menyebut kelompok ulama dan pimpinan ormas Islam bersepakat untuk memahami sikap yang diambil Prabowo dalam menghadapi dinamika global. Mereka diharapkan berada dalam satu barisan yang sama dengan pemerintah.
“Dari pertemuan tadi, para ulama, para pimpinan ormas Islam bersepakat untuk menjalin komunikasi yang intensif, serta memahami sikap-sikap yang diambil oleh pemerintah Indonesia, oleh Bapak Presiden. Dan kemudian mengambil satu kesimpulan, berharap kepada pimpinan ormas, tokoh-tokoh Islam ini bersama dengan Bapak Presiden dalam satu barisan,” katanya.
Dalam acara, hadir Ketua MPR Ahmad Muzani, Mensesneg Prasetyo Hadi, Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menko PM Muhaimin Iskandar (Cak Imin), Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Hadir tokoh-tokoh ulama, antara lain Ketum MUI Anwar Iskandar, Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar, Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf, Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Pengasuh Ponpes Tebuireng Jombang Kikin Abdul Hakim, Pimpinan Ponpes Modern Gontor Hasan Abdullah Sahal dan Pimpinan Ponpes Lirboyo Kafabihi Ali Mahrus.
(fca/whn)





