Aksi wanita yang diduga mencuri uang takziah di Kramat Jati, Jakarta Timur (Jaktim) masih terus diusut. Pelaku berpura-pura melayat dan menyebut dirinya sebagai ‘teman perjuangan’ almarhum.
Peristiwa terjadi di Jalan Dukuh IV, Kampung Dukuh, Kramat Jati, Jaktim lalu viral di media sosial (medsos). Pelaku diduga melancarkan aksinya dengan berpura-pura mengenal keluarga almarhum agar bisa berbaur dengan para pelayat.
“Dia melancarkan aksinya berpura-pura kenal dengan keluarga almarhum lalu berbaur dengan pelayat lainnya,” kata Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Kramat Jati, AKP Fadoli, dilansir Antara, Kamis (5/3/2026).
Menurut dia, pelaku memanfaatkan situasi rumah duka yang ramai oleh pelayat. Saat kondisi lengah, perempuan tersebut mengambil uang takziah dan dimasukkan ke tas miliknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Pas sedang lengah, pelaku mengambil uang takziah yang sudah dikantongi, dimasukkan ke dalam tasnya lalu kabur,” katanya.
Polisi telah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan penyelidikan awal. Selain meminta keterangan dari keluarga korban dan sejumlah saksi, petugas juga memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi.
“Kami juga sudah cek ke TKP untuk meminta keterangan keluarga korban dan melihat CCTV yang ada,” kata Fadoli.
Hingga kini, polisi masih memburu pelaku dan mendalami identitasnya. Fadoli juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada, termasuk saat berada di rumah duka, dengan memastikan pengelolaan uang takziah dilakukan oleh orang yang dipercaya dan diawasi secara bergantian.
Diduga 3 Kali Beraksi
Polisi mengungkap aksi wanita yang diduga mencuri uang takziah di daerah Kramat Jati, Jakarta Timur (Jaktim) bukam pertama kali dilakukan. Wanita itu diduga telah beraksi sebanyak 3 kali.
“Iya betul sama seperti dua kejadian sebelumnya,” kata Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Kramat Jati AKP Fadoli, dilansir Antara, Kamis (5/3).
Polisi mengungkap pelaku yang sama sudah menjalankan aksinya sedikitnya dua kali di wilayah berbeda dengan modus berpura-pura melayat. Jadi total pelaku telah melakukan sebanyak tiga kali.
Pelaku dalam kasus pencurian uang takziah di Kramat Jati identik dengan dua kejadian sebelumnya. “Betul, memang kasus dan pelakunya sama,” katanya.
Dua aksi sebelumnya terjadi di Jalan Damai, kawasan Lubang Buaya, pada 22 Desember 2025 dan di Jalan Bambu Kuning, Bambu Apus, pada 4 Februari 2026.
Dalih ‘Teman Seperjuangan’
Aksi wanita mencuri uang takziah setelah pura-pura bertakziah menimpa keluarga Nyai Hasanah (45), pada Senin (2/3) sekitar pukul 12.30 WIB di rumah duka di Jalan Dukuh IV, Kampung Dukuh, Kramat Jati, Jaktim. Hasanah mengatakan uang takziah diambil semua oleh pelaku.
“Iya pelakunya perempuan, ngakunya mau melayat, kenal sama kita, tahu-tahunya uang takziah ludes, hilang nggak tersisa,” kata Hasanah saat ditemui di lokasi kejadian, dilansir Antara, Kamis (5/3)
Mertua Hasanah meninggal dunia sekitar pukul 04.00 WIB, sedangkan pelaku tiba sekitar pukul 08.00 WIB. Hasanah menceritakan pelaku datang sejak pagi hari saat suasana rumah masih lengang dan pelayat belum ramai berdatangan.
Pelaku bahkan bertahan hingga menjelang waktu pemakaman. Selama berada di rumah duka, dia hanya duduk dan sesekali memperhatikan situasi sekitar.
Kepada keluarga korban, perempuan itu mengaku sebagai teman kakak ipar korban dan menyebut dirinya sebagai ‘teman perjuangan’ saat mengambil bantuan sosial, seperti sembako dan KJP.
Hasanah tak menaruh curiga sedikit pun karena merasa pelaku mengenal keluarganya. Wanita itu lalu mencuri uang takziah setelah beralasan menumpang ke toilet.
Keluarga baru menyadari kehilangan sekitar pukul 12.30 WIB. Warga sempat mengejar, tapi pelaku sudah keburu kabur.
Video wanita tersebut viral di media sosial (medsos). Dalam rekaman CCTV, terlihat pelaku lari ke luar setelah melancarkan aksinya.
(wnv/whn)





