Mulai Besok, Mahasiswa UI Bakal Gelar Aksi Weekend Melawan

ALIANSI Mahasiswa Universitas Indonesia menyatakan, bakal menggelar aksi massa apabila tuntutan agar Presiden Prabowo Subianto menarik Indonesia dari keanggotaan Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) tak diindahkan.

Perwakilan UI Students for Justice in Palestine, Razan Diandra Fatahillah, mengatakan rencana aksi massa bertajuk “Weekend Melawan” ini telah direncanakan oleh Aliansi Mahasiswa UI dan koalisi masyarakat sipil dengan asumsi Prabowo mengabaikan tuntutan.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Aksi massa lintas gerakan akan digelar pada Jumat, Sabtu, dan Ahad ini,” kata Razan kepada Tempo, Kamis, 5 Maret 2026.

Aksi “Weekend Melawan” ini, kata dia, diharapkan mampu memicu gerakan serupa di wilayah lain agar substansi desakan Indonesia keluar dari BoP hingga pembatalan rencana pengiriman prajurit TNI ke Gaza dapat dipertimbangkan Prabowo.

Razan menuturkan, aksi “Weekend Melawan” akan dimulai Jumat, 6 Maret esok hari dengan titik lokasi Kompleks DPR, MPR, dan DPD, serta hari berikutnya akan dihelat di Kawasan Patung Kuda Arjuna Wijaya, Jakarta Pusat. “Untuk Ahad lokasi tentatif,” ujar dia.

Kemarin, Aliansi Mahasiswa UI mengirimkan surat kepada Prabowo melalui Kementerian Sekretariat Negara. Terdapat 4 poin tuntutan dalam surat tersebut.

Keempat tuntutan itu adalah mendesak Prabowo menghentikan rencana pengiriman prajurit TNI ke Gaza dalam misi International Stabilization Force (ISF); mendesak dan menagih janji Prabowo untuk menarik Indonesia dalam forum BoP.

Kemudian, Prabowo beserta jajaran Kabinet Merah Putih harus merevisi pernyataan Kementerian Luar Ngeri yang dinilai mereduksi operasi militer AS-Israel ke Iran sebagai implikasi gagalnya perundingan, menjadi pengecaman dan pengutukan tegas terhadap AS-Israel.

“Kami juga mengultimatum Presiden beserta jajarannya untuk memenuhi seluruh tuntutan dalam kurun waktu 3×24 jam sebelum turunnya murka rakyat Indonesia,” ujar perwakilan Aliansi Mahasiswa UI, Fathimah Azzahra

Aliansi menilai, keikutsertaan Indonesia dalam BoP bertentangan dengan amanat pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang menolak segala bentuk penjajahan. Sebab, dalam forum tersebut, dominasi peran justru ditunjukan oleh Amerika Serikat dan sekutunya Israel tanpa representasi Palestina.

Israel menjajah tanah Palestina dengan menggunakan agresi militer. Sedangkan AS berulang kali memveto upaya Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengakui negara Palestina.

Adapun, keputusan bergabung dengan BoP dilakukan Prabowo kala menghadiri acara Forum Ekonomi Dunia di Swiss, Kamis, 22 Januari lalu.

Di hadapan Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban, Prabowo membubuhkan tanda tangan di atas piagam BoP sebagai tanda persetujuan bergabung dengan forum yang dibentuk negeri Abang Sam, sekutu dekat Israel. 

  • Related Posts

    Buya Yahya Ajak Warga Panjatkan Doa untuk Prabowo: Jadi Presiden itu Berat

    Jakarta – Ulama Yahya Zainul Ma’arif atau Buya Yahya mengajak masyarakat memanjatkan doa bagi Presiden Prabowo Subianto di momen suci Ramadan. Doa itu dipanjatkan agar Prabowo diberi kekuatan dan kelapangan…

    Daftar 10 Kendaraan Tabrakan Beruntun di KM 93 Tol Cipularang: Tronton-Hiace

    Jakarta – Sebanyak 10 kendaraan tabrakan beruntun di Km 93 Tol Cipularang arah Jakarta. Kendaraan terlibat mengalami kerusakan parah hingga ringsek. Kepala Induk PJR Cipularang Kompol Joko Prihantono merinci 10…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *