Lindungi Warga dari Ancaman Krisis, Waka MPR Dorong Pengesahan UU PPRT

Jakarta

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat (Rerie) mendorong pengesahan segera Rancangan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT) menjadi undang-undang. Pengesahan ini, menurut Rerie, sebagai bagian merealisasikan amanah Konstitusi UUD 1945 untuk melindungi setiap warga negara.

“Segera mengesahkan RUU PPRT menjadi undang-undang merupakan bagian dari realisasi membangun sistem perlindungan bagi kelompok marginal yang paling terdampak dalam dinamika gejolak ekonomi yang terjadi saat ini,” kata Rerie, dalam keterangannya, Kamis (5/3/2026).

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Selasa (3/3), menyatakan pihaknya akan segera memulai rapat dengar pendapat umum (RDPU) atau public hearing terkait RUU PPRT.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

DPR bersepakat untuk melibatkan secara penuh serikat buruh hingga asosiasi pengusaha dalam pembahasan RUU Ketenagakerjaan dan PPRT.

Menurut Rerie, dampak gejolak ekonomi global akibat perang AS-Iran mulai terasa di dalam negeri. Menurut Rerie, kelompok marginal yang rentan terdampak harus mendapat prioritas perlindungan dari sejumlah dampak krisis yang terjadi.

Rerie berpendapat saat ini menyegerakan pengesahan RUU PPRT merupakan salah satu solusi bagi negara untuk memberi perlindungan kelompok masyarakat marginal yang mendominasi pekerja rumah tangga.

Data Jaringan Nasional Advokasi Pekerja Rumah Tangga (JALA PRT) sepanjang 2021-2024 mencatat 3.308 laporan kasus kekerasan menimpa pekerja rumah tangga.

“Angka tersebut harus mampu memicu kepedulian bersama untuk segera mengatasinya dengan memberi perlindungan yang menyeluruh bagi pekerja rumah tangga,” kata Rerie.

Apalagi, tegas Rerie, pembahasan RUU PPRT sejatinya sudah berlangsung sejak 22 tahun lalu, ketika diajukan ke DPR dan masuk program legislasi nasional (prolegnas) pada 2004.

“Saya mendorong agar semua pihak berperan aktif menumbuhkan semangat solidaritas sebagai sesama anak bangsa, dalam membangun sistem yang mampu melindungi setiap warga negara, termasuk bagi pekerja rumah tangga,” pungkasnya.

(anl/ega)

  • Related Posts

    Said Harap Doa Anak Yatim dan Janda Bawa Berkah bagi PDIP

    Jakarta – DPD PDI Perjuangan (PDIP) Jawa Timur menggelar peringatan Nuzulul Quran. Acara ini mengundang 500 anak yatim dan 50 janda dhuafa. Ketua DPD PDIP Jatim Said Abdullah mengungkap alasan…

    Anies Baswedan Desak Pemerintah Keluar dari Board of Peace

    MANTAN Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendesak pemerintah untuk keluar dari Board of Peace atau Dewan Perdamaian setelah Iran diserang oleh Amerika Serikat dan Israel. Permintaan ini disampaikan Anies lewat…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *