91 Hari Pemulihan Sumatra: Jumlah Pengungsi Menukik dari 2 Juta ke 6 Ribu Jiwa

INFO TEMPO – Harapan baru menyelimuti jutaan warga terdampak banjir besar Sumatra. Tidak ada lagi pengungsi yang tinggal di tenda jadi prioritas Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) agar semua bersukacita menyambut Idul Fitri 1447 Hijriah, dua pekan mendatang.

Proyeksi itu memungkinkan seturut data laporan Satgas PRR menunjukkan terjadi penurunan jumlah pengungsi di tenda yang sangat drastis dan signifikan. Sejak kondisi awal pascabanjir pada 2 Desember 2025 yang mencatat 2.178.269 jiwa tinggal di tenda pengungsian, angka tersebut menukik tajam hingga tersisa 6.873 jiwa saja per 3 Maret 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Jika dihitung secara saksama, dalam kurun waktu 91 hari dari data di awal Desember, Satgas PRR bersama pihak terkait berhasil memindahkan jutaan orang dengan rata-rata penurunan mencapai sekitar 23.861 jiwa setiap harinya secara total. Pencapaian ini menjadi indikator vital bahwa proses transisi menuju kehidupan normal berjalan pada jalur yang tepat.

Meskipun progresnya luar biasa, per 3 Maret 2026 masih tercatat sebanyak 6.187 jiwa yang bertahan di tenda di wilayah Provinsi Aceh, menjadikannya provinsi dengan jumlah pengungsi tertinggi saat ini.

Tiga wilayah di Aceh yang memiliki jumlah pengungsi di tenda tertinggi adalah Aceh Utara (4.835 jiwa), Nagan Raya (916 jiwa di Kec. Beutong Ateuh), dan Gayo Lues (295 jiwa). Sebaliknya, tiga wilayah dengan data pengungsi terendah adalah Kabupaten Aceh Tengah (92 jiwa), Aceh Timur (113 jiwa), dan Kabupaten Bireuen (176 jiwa).

Bagaimana dengan Provinsi Sumatera Utara? Data Satgas PRR mencatat sisa pengungsi sebanyak 686 jiwa. Angka tertinggi berada di Kabupaten Tapanuli Selatan (472 jiwa) dan Tapanuli Tengah (214 jiwa).

Catatan membanggakan datang dari Provinsi Sumatera Barat yang telah berhasil mencapai target nol pengungsi atau mengosongkan seluruh tenda penampungan sepenuhnya per tanggal laporan ini.Keberhasilan pengosongan tenda ini didorong oleh akselerasi pembangunan infrastruktur hunian dan distribusi bantuan yang masif.

“Alhamdulillah tidak ada lagi pengungsi di Sumatera Barat dalam catatan kami. Tidak ada lagi pengungsi yang ada di tenda, semuanya sudah ada di huntara,” ujar Ketua Satgas PRR Tito Karnavian. Progres pembangunan hunian sementara (huntara) di Sumatera Barat sudah 99 persen. Jauh lebih tinggi dari total pembangunan di tiga provinsi terdampak, yaitu 65 persen.

Tito menyampaikan apresiasi tinggi kepada kementerian/lembaga dan pemerintah daerah yang telah bekerja keras mendorong pemulihan pascabencana. Dukungan tersebut sangat penting demi optimalnya proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera. Menurutnya, sinergi semua unsur ini sangat penting agar target pemerintah memastikan seluruh pengungsi merayakan Lebaran dengan lebih nyaman dan layak dapat terwujud.

“Kita harapkan secepat mungkin bisa menyelesaikan sebelum Idul Fitri. Kalau bisa sebelum Idul Fitri semua tidak ada di tenda tapi di huntara atau menerima dana tunggu hunian yang diberikan,” ujar Tito. Hingga saat ini, penyaluran DTH memang telah mencapai 100 persen di tiga provinsi, memungkinkan warga segera memperbaiki rumah mereka.

Ia pun memastikan koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah terus diperkuat untuk mengejar target tersebut. “Koordinasi dengan Kementerian PUPR, BNPB, Danantara, serta pemerintah provinsi dan kabupaten/kota berjalan intensif agar masyarakat terdampak segera menempati hunian yang aman dan layak,” katanya. (*)

  • Related Posts

    Bareskrim Musnahkan Barang Bukti Narkoba, Ada Teh Cina Isi Sabu-Vape Obat Keras

    Jakarta – Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri melakukan pemusnahan barang bukti narkoba yang disita dari sejumlah pengungkapan kasus. Barang bukti tersebut terdiri dari sabu yang dibungkus teh Cina hingga…

    Korban Tewas Tabrakan Beruntun 10 Kendaraan di Cipularang: Sopir-Kernet Pikap

    Jakarta – Dua orang meninggal dunia dalam tabrakan beruntun 10 kendaraan di KM 93 Tol Cipularang arah Jakarta. Dua orang korban tewas merupakan sopir dan kernet mobil pikap. “Jumlah korban…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *