SEJUMLAH laporan di kanal nasional Tempo memperoleh perhatian tinggi dari para pembaca hingga Rabu, 4 Maret 2026 dini hari tadi. Berikut rangkuman tiga laporan terpopuler tersebut:
Prabowo Undang Ketua Partai, Mantan Presiden, dan Pengusaha
PARA Ketua Umum partai politik pemilik kursi di parlemen, mantan presiden, hingga kalangan pengusaha memenuhi undangan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta pada Selasa, 3 Maret 2026 malam.
Ketua Umum partai di Koalisi Indonesia Maju Plus yang hadir antara lain Agus Harimurti Yudhoyono; Zulkifli Hasan; Surya Paloh; Abdul Muhaimin Iskandar; hingga Bahlil Lahadalia. Sementara PDIP yang merupakan partai di luar koalisi diwakili oleh Puan Maharani.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Kemudian, mantan Presiden dan wakilnya yang hadir di antaranya Susilo Bambang Yudhoyono; Joko Widodo; Jusuf Kalla; dan Ma’ruf Amin. Persamuhan ini juga turut dihadiri kalangan pengusaha seperti Anindya Bakrie, Shinta Kamdani, serta sejumlah jajaran menteri di Kabinet Merah Putih.
Sekretaris Kabinet Letnan Kolonel Teddy Indra Wijaya mengatakan, pertemuan tersebut ditujukan guna membahas situasi geopolitik. “Untuk berdiskusi, silaturahmi. Presiden ingin bertukar pandang dengan para tokoh,” kata Teddy di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa.
Megawati Tak Bisa Hadiri Undangan Prabowo di Istana
Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri tak menghadiri undangan pertemuan yang dihelat Presiden Prabowo Subianto dengan para Ketua Umum partai politik, mantan Presiden, hingga pengusaha.
Ketua Dewan Pimpinan Pusat PDIP Deddy Yevri Hanteru Sitorus mengatakan, Megawati memperoleh undangan untuk mengikuti pertemuan dengan Kepala Negara. Namun, Presiden kelima ini absen lantaran tengah berada di luar kota sejak pekan lalu.
“Ibu berhalangan, sebab sedang mengikuti rangkaian acara internal yang sudah direncanakan sejak lama di Bali,” kata Deddy saat dihubungi, Selasa, 3 Maret 2026.
Menurut Deddy, kegiatan yang diikuti Megawati di Bali telah direncanakan sebelum undangan dari Prabowo disampaikan. Ia mengatakan, Megawati baru akan kembali ke Jakarta pada akhir pekan ini, sehingga tak bisa menghadiri undangan.
Politikus PDIP: Mana Ucapan Duka Cita Prabowo pada Khamenei?
Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Mohamad Guntur Romli mempertanyakan alasan Presiden Prabowo Subianto yang belum mengucapkan duka cita atas tewasnya pemimpin tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah Ali Hosseini Khamenei imbas operasi militer yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel, akhir pekan lalu.
Melalui akun media sosial X @GunRomli, ia mengingatkan jika antara Indonesia dengan Iran memiliki hubungan diplomatik dan kerja sama hingga ke tingkat internasional. Guntur telah mengizinkan Tempo untuk mengutip cuitannya tersebut.
“Tapi anehnya, ada kepala negara sahabat meninggal, Prabowo tidak mengucapkan kesedihan dan duka cita,” kata dia pada Selasa, 3 Maret 2026.
Ia berpendapat, inisiatif Prabowo yang hendak bertolak ke Teheran, Ibu Kota Iran guna menjadi juru runding pihak yang berkonflik merupakan sikap yang terpuji sebagai kepedulian untuk perdamaian.
“Tetapi, bagaimana mau jadi juru damai dan mau ke Teheran, mengucapkan duka cita saja tidak dilakukan,” ujar mantan Juru bicara PDIP ini.






