Jakarta –
Perang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran berdampak pada sejumlah penerbangan internasional di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali. Sejumlah penumpang mengaku kebingungan dan terpaksa memperpanjang masa tinggal mereka di Bali tanpa perencanaan sebelumnya.
Salah satunya adalah Marlene dan suaminya, pasangan asal Belanda yang tengah berbulan madu di Bali. Keduanya berencana kembali ke kampung halaman setelah beberapa hari menikmati liburan. Namun, pembatalan penerbangan membuat mereka harus mencari alternatif perjalanan karena mengharuskan transit di Doha.
“Kami sudah mencoba untuk mencari penerbangan baru di sekitar Timur Tengah. Tapi, penerbangan itu sangat mahal dan sangat panjang. Jadi, kami pikir kami akan berada di sini selama beberapa hari,” ujar Marlene, dilansir detikBali, Senin (2/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Marlene mengaku telah mendatangi layanan pelanggan maskapai Qatar Airways untuk mencari kejelasan. Namun, menurutnya, belum ada solusi konkret yang ditawarkan.
Hal serupa dialami Tyrah, wisatawan asal Kenya yang berlibur seorang diri di Bali selama 10 hari. Penerbangannya menuju Kenya yang dijadwalkan berangkat hari ini terpaksa dibatalkan karena rute penerbangan mengharuskan transit di Kuala Lumpur dan Doha.
Tyrah telah mendatangi layanan pelanggan maskapai. Namun belum mendapatkan solusi selain diminta menunggu informasi lebih lanjut.
“Mereka hanya memberitahu saya untuk terus memeriksa halaman resmi mereka di Twitter, dan kemudian saya lihat bila penerbangan akan dijadwalkan ulang. Tapi mereka tidak bisa memberi garansi. Jadi saya hanya harus menunggu dan terus memeriksa,” jawabnya.
Simak selengkapnya di sini.
(yld/idh)





