Kapolri Harap Operasi Ketupat 2026 Bisa Dongkrak Ekonomi Daerah

Jakarta

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berbicara pentingnya keberhasilan pengamanan arus mudik dan balik pada Operasi Ketupat 2026. Selain aspek keselamatan, kelancaran mobilitas masyarakat diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.

Hal itu disampaikan Jenderal Sigit dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral bertema ‘Mudik Aman, Keluarga Bahagia’ di Auditorium Mutiara, STIK-PTIK Lemdiklat Polri, Senin (2/3/2026). Jenderal Sigit duduk bersama para menteri dan kepala lembaga untuk menyelaraskan langkah pengamanan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jenderal Sigit menyebut pada tahun sebelumnya, perputaran uang dari pusat ke daerah pada masa Lebaran tercatat mencapai angka Rp 137 triliun.

“Alhamdulillah di tahun kemarin, terjadi perputaran uang dari pusat ke daerah sekitar Rp 137 triliun. Tentunya kita harapkan pengamanan Operasi Ketupat Tahun 2026 ini juga bisa berhasil dengan maksimal, sehingga multiplier effect bagi perekonomian di daerah tentunya juga akan berdampak signifikan,” katanya.

Optimisme ini didasari oleh evaluasi kinerja lalu lintas pada tahun sebelumnya yang menunjukkan tren positif. Kapolri memaparkan bahwa realisasi volume lalu lintas kumulatif kendaraan pada arus balik tercatat meningkat hingga lebih dari 2,3 juta kendaraan.

Peningkatan volume ini diimbangi dengan naiknya kecepatan rata-rata kendaraan sebesar 12,44 persen, dari 76 km/jam menjadi 85 km/jam. Hal ini berdampak pada efisiensi waktu tempuh perjalanan yang lebih cepat 44 menit dibandingkan tahun sebelumnya.

“Tentunya pengurangan waktu tempuh dan penambahan kecepatan ini adalah keberhasilan dalam mengimplementasikan strategi rekayasa arus lalin dari seluruh stakeholder terkait,” jelasnya.

Capaian tersebut menjadi acuan bagi Polri untuk mempertahankan, atau bahkan meningkatkan efisiensi waktu tempuh pada mudik Lebaran 2026. Namun dengan tetap memprioritaskan prinsip kehati-hatian.

“Sehingga ini tentunya menjadi acuan bagi kita untuk bisa tetap mempertahankan atau mungkin bisa menambah waktu tempuh agar bisa lebih cepat atau mengurangi waktu tempuh dan menambah kecepatan,” lanjut dia.

Meski terjadi penurunan angka peristiwa dan fatalitas kecelakaan, Jenderal Sigit mengingatkan jajarannya untuk tetap waspada. Berdasarkan Analisis dan Evaluasi (Anev) Kecelakaan, penyebab utama insiden di jalan raya adalah kegagalan menjaga jarak aman.

Kemudian, faktor kelelahan dan mengantuk yang dipadukan dengan kecepatan tinggi menjadi pemicu utama. Dia menyebut pemudik sering kali memaksakan diri berkendara meski dalam kondisi tidak prima.

“Namun kalau kita lihat masih ada jam-jam rawan yang harus kita antisipasi agar jumlah laka ini bisa berkurang. Jam tertinggi ada di pukul 09.00-12.00, ada 532 kecelakaan,” ungkap Jenderal Sigit.

Sejumlah pejabat tinggi negara hadir dalam rakor ini, di antaranya Menko PMK Pratikno, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Perdagangan Budi Santoso, dan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi. Selain itu, hadir pula Waasops Panglima TNI, Kepala BNPB, Kepala BMKG, hingga jajaran Dirut BUMN seperti Pertamina, Jasa Marga, dan Jasa Raharja.

Rapat ini diikuti oleh 302 peserta secara tatap muka, termasuk 28 PJU Mabes Polri dan 36 Kapolda dari seluruh Indonesia. Dalam struktur Operasi Ketupat 2026, Kapolri Jenderal Listyo Sigit bertindak sebagai Penanggung Jawab Kebijakan Operasi (Bijakops), didampingi Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo sebagai Wakil Penanggung Jawab. Secara teknis, operasi ini akan dipimpin oleh Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho selaku Kaopspus. Seluruh pejabat Operasi Ketupat 2026 hadir dalam Rakor ini.

Sementara itu, para Kapolres dan jajaran Forkopimda tingkat daerah mengikuti jalannya rakor secara virtual untuk memastikan instruksi pusat tersampaikan hingga ke level wilayah.

(ond/fca)

  • Related Posts

    Ini Solusi Rehabilitas Nyeri Tulang Belakang yang Tepat untuk Postur dan Mobilitas

    INFO NASIONAL – Dalam beberapa tahun terakhir, nyeri tulang belakang atau gangguan pada area punggung semakin sering muncul, terutama di kalangan pekerja kantoran, pelajar, hingga atlet. Aktivitas duduk berjam-jam, kurang…

    Putra Shah Terakhir Iran Muncul, Dubes Iran: Masyarakat Tak Menganggapnya Ada

    Jakarta – Putra mahkota atau keturunan ‘Shah’ terakhir Iran, Reza Pahlavi, yang diasingkan, dan putrinya yang tinggal di Los Angeles, Amerika Serikat, buka suara usai kematian pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *