851 Sumur Bor Sudah Mengalir, Dukung Ibadah Ramadan Pascabanjir Sumatra

INFO TEMPO – Upaya menyediakan air bersih untuk korban terdampak banjir Sumatra terus berproses. Langkah ini merupakan salah satu prioritas pemerintah untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama dalam menunjang kelancaran ibadah selama Ramadan seperti berwudhu, memasak sahur, menyiapkan hidangan berbuka, dan kebutuhan lainnya.

Data Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (PRR) per 27 Februari 2026 mencatat sebanyak 851 sumur bor telah selesai dibangun dan beroperasi. Sebanyak 356 titik lainnya masih dalam proses pengerjaan, sehingga total keseluruhan mencapai 1.207 titik di tiga provinsi terdampak.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Pembangunan sumur bor tersebut dilaksanakan secara lintas instansi oleh Kementerian Pekerjaan Umum, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI AD, serta jajaran Polri di wilayah terdampak.

Per 26 Februari 2026, Kementerian Pekerjaan Umum telah merampungkan 60 dari total target 256 sumur bor dalam di tiga provinsi terdampak. Seluruh sumur bor dalam yang telah selesai tersebut saat ini berada di Provinsi Aceh. Sementara itu, untuk sumur bor dangkal, kementerian yang dipimpin Dody Hanggodo ini telah menyelesaikan 23 dari 29 titik yang ditargetkan.

Dody Hanggodo menyatakan bahwa pemerintah pusat memprioritaskan pengerjaan sumur bor di tempat ibadah agar bisa digunakan untuk ibadah di Ramadan. “Dalam tahap sekarang kami terus berupaya memenuhi kebutuhan air bersih warga yang terdampak bencana, sedangkan tempat ibadah diprioritaskan menjelang puasa nanti,” kata dia pada Jumat, 30 Januari 2026.

Sumur bor milik BNPB telah selesai sebanyak 58 dari total 59 unit yang dicanangkan. Dari jumlah tersebut, 41 unit berada di Aceh, 15 unit di Sumatera Utara, dan 2 unit di Sumatera Barat.

TNI AD yang turut berkontribusi telah merampungkan 339 sumur bor dari total target 492 unit. Pengerjaan tersebut tersebar di Aceh sebanyak 259 unit, disusul Sumatera Utara 61 unit, dan Sumatera Barat 19 unit. Adapun sebanyak 153 sumur bor lainnya masih dalam proses penyelesaian.

Satgas PRR terus mengakselerasi proses pengerjaan agar sumur-sumur tersebut dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat. Selaras dengan amanat Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satgas PRR Tito Karnavian, bahwa menyediakan air bersih merupakan salah satu komitmen pemulihan pascabanjir Sumatra. “Air bersih itu menjadi kunci untuk pemulihan yang sangat diperlukan oleh masyarakat,” kata dia pada Kamis, 11 Februari 2026. (*)

  • Related Posts

    Kunker ke Singkawang, AHY Hadiri Cap Go Meh dan Cek Infrastruktur

    Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Barat. AHY menghadiri perayaan Cap Go Meh di Kota Singkawang sekaligus memastikan…

    Bukti Tak Dibubuhi Meterai, Gugatan Kuota Internet Hangus Tak Diterima MK

    Jakarta – Mahkamah Konstitusi (MK) tidak menerima permohonan yang diajukan Rachmad Rofik terkait kuota internet hangus. Gugatan tersebut kandas karena Rachmad tak membubuhi meterai di alat bukti. Putusan nomor 30/PUU-XXIV/2026…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *