Cerita WNI Dengar Dentuman saat Israel-AS Serang Iran

SINYAL di gawai milik Agiel Laksamana Putra mengalami gangguan setelah Israel dan Amerika Serikat menyerang sejumlah wilayah di Iran pada Sabtu pagi, 28 Februari 2026. Warga negara Indonesia itu kini tengah menempuh pendidikan S2 di Ahlul Bayt International University, Iran.

“Sekarang jaringan sudah mulai tidak stabil,” kata Agiel saat dihubungi pada Sabtu, 28 Februari 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Ketika serangan udara dilesatkan Israel ke sejumlah wilayah Iran, Agiel sedang berada di pusat kota Teheran. Presiden Ikatan Pelajar Indonesia Iran periode 2025-2026 ini mengatakan mendengar suara ledakan dari jarak jauh menyusul adanya serangan Israel tersebut.

“Tadi sempat mendengar dentuman, tapi sepertinya berhasil ditahan sistem keamanan udara Iran,” ujar Agiel.

Dia berujar tak melihat bangunan yang rusak akibat serangan tersebut. Kemudian, ia kembali ke asrama yang berada di kawasan ibu kota negara.

Agiel mengatakan mendapat informasi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Iran agar menetap di lokasi paling aman. “Instruksinya untuk menghindari keramaian dan terus berkabar perkembangan di lokasi masing-masing,” ucapnya.

Beberapa saat setelah Israel meluncurkan serangan udara ke Iran, berdasarkan pengamatannya situasi di kawasan Teheran cenderung aman dan kembali tenang. Menurut dia, tidak ada tanda-tanda akan adanya serangan lanjutan.

Dia berujar masih terlihat masyarakat di luar rumah atau area terbuka usai serangan tersebut. “Masyarakat masih aktivitas seperti biasa, tidak ada kepanikan juga,” kata Agiel menceritakan pengamatannya.

Diberitakan sebelumnya, beberapa ledakan terdengar di Teheran, ibu kota Iran pada Sabtu pagi, 28 Februari 2026, menyusul serangan yang dilesatkan Israel. Seorang pejabat Amerika Serikat mengatakan pada Al Jazeera bahwa serangan terhadap Iran dilakukan sebagai operasi militer gabungan antara Abang Sam dan Israel.

Ledakan juga terdengar di Qatar; Kuwait; Abu Dhabi Uni Emirat Arab dan Manama, Bahrain yang menjadi tuan rumah pangkalan militer Amerika Serikat pada Sabtu 28 Februari 2026. Ini setelah rudal diluncurkan dari Iran ke arah Israel menyusul serangan Israel dan AS, kata para pejabat seperti dilansir Anadolu dan Ail Jazeera.

Menyusul serangan tersebut, Qatar, Kuwait dan Uni Emirat Arab menutup wilayah udara mereka. Bahrain telah mengkonfirmasi bahwa markas besar Armada ke-5 Angkatan Laut AS telah menjadi sasaran serangan rudal.

Kementerian Pertahanan Qatar menyatakan bahwa sebuah rudal Iran telah dicegat oleh sistem pertahanan Patriot. Sedangkan Irak yang bertetangga dengan Iran, juga menutup wilayah udaranya untuk menghindari tembakan salah arah. Sementara sirine terdengar di Yordania untuk mengingatkan rakyat atas status darurat.

Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta, dalam rilis yang dikirim kepada Tempo pada Sabtu, 28 Februari 2026, menyatakan serangan gabungan Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel hari ini terhadap lokasi-lokasi sipil dan infrastruktur vital di Teheran serta beberapa kota lain merupakan pelanggaran integritas teritorial serta kedaulatan nasional Republik Islam Iran.

Serangan ini, menurut Kedutaan, juga merupakan pelanggaran terhadap Pasal 2 ayat 4 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa serta tindakan agresi yang nyata terhadap Republik Islam Iran.

“Menanggapi agresi tersebut merupakan hak yang sah dan legitimate Republik Islam Iran berdasarkan Pasal 51 Piagam PBB. Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran akan menggunakan hak tersebut sepenuhnya dalam rangka mempertahankan integritas teritorial dan kedaulatan nasional Republik Islam Iran dengan memberikan respons yang tegas dan kuat terhadap agresi rezim Zionis Israel dan Amerika Serikat,” demikian pernyataan Kedubes Iran.

Sebagai negara pendiri PBB, yang tujuan utamanya adalah mencegah agresi, pelanggaran perdamaian, dan ancaman terhadap perdamaian, Republik Islam Iran menekankan tanggung jawab Dewan Keamanan PBB untuk segera mengambil tindakan dalam menghadapi pelanggaran perdamaian dan keamanan internasional akibat agresi terang-terangan rezim Zionis terhadap Iran.

Republik Islam Iran mendesak ketua dan para anggota Dewan Keamanan segera mengambil langkah dalam urusan ini.

Sita Planasari berkontribusi dalam penulisan artikel ini.
  • Related Posts

    Prabowo: Imlek Bukan Hanya Perayaan Keagamaan, tapi Momentum Kebangsaan

    Jakarta – Pemerintah menggelar puncak perayaan Imlek Festival 2026 malam ini. Dalam acara ini Presiden Prabowo Subianto,mengatakan bahwa Imlek bukan hanya perayaan keagamaan, melainkan momentum persatuan bangsa. “Saya Prabowo Subianto,…

    Timteng Memanas Usai Iran Diserang AS-Israel, WNI di Riyadh Diminta Waspada

    Jakarta – KBRI di Riyadh mengeluarkan pengumuman terbaru menyusul kondisi memanas di Timur Tengah (Timteng) usai Iran diserang Amerika Serikat (AS) dan Israel. Warga negara Indonesia (WNI) di Riyadh, Arab…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *