Sidang Vonis Kasus Minyak Mentah Dikebut hingga Lewat Tengah Malam

Jakarta

Sidang vonis kasus korupsi tata kelola minyak mentah digelar hingga tengah malam di Pengadilan Tipikor Jakarta. Ada 9 terdakwa dalam perkara ini yang menghadapi vonis.

Pantauan detikcom di lokasi, Jumat (27/2/2026), pukul 1.27 WIB, sidang pembacaan vonis kasus korupsi tata kelola minyak mentah masih berlanjut. Hingga pukul ini baru 6 terdakwa yang selesai dibacakan vonisnya.

Ada tiga terdakwa yang belum dibacakan vonisnya. Mereka ialah Muhamad Kerry Adrianto Riza (MKAR) selaku beneficial owner PT Navigator Khatulistiwa, Dimas Werhaspati (DW) selaku Komisaris PT Navigator Khatulistiwa sekaligus Komisaris PT Jenggala Maritim, serta Gading Ramadhan Joedo (GRJ) selaku Komisaris PT Jenggala Maritim dan Direktur Utama PT Orbit Terminal Merak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ruang sidang dan halaman lobby Pengadilan Tipikor Jakarta masih dipenuhi pendukung para terdakwa. Mereka kompak mengenakan baju berwarna putih.

Majelis hakim menyatakan enam terdakwa dalam perkara ini telah terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi. Klaster pertama yang dibacakan yaitu terdakwa Riva Siahaan (RS) selaku eks Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Maya Kusmaya (MK) selaku eks Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga PT Pertamina Patra Niaga, serta Edward Corne (EC) selaku eks VP Trading Operations PT Pertamina Patra Niaga.

Sidang kemudian dilanjutkan pembacaan vonis untuk tiga terdakwa lainnya di klaster kedua. Mereka ialah Sani Dinar Saifuddin (SDS) selaku eks Direktur Feedstock dan Product Optimization PT Kilang Pertamina Internasional, Yoki Firnandi (YF) selaku eks Direktur Utama PT Pertamina International Shipping, serta Agus Purwono (AP) selaku eks VP Feedstock Management PT Kilang Pertamina Internasional.

Berikut detail vonisnya:

Berikut detail vonisnya:
1. Riva Siahaan divonis 9 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 190 hari pidana kurungan.
2. Maya Kusmaya divonis 9 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 190 hari pidana kurungan.
3. Edward Corne divonis 10 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 190 hari pidana kurungan.
4. Sani Dinar Saifuddin divonis 9 tahun penjara, denda Rp 1 miliar subsider 190 hari kurungan.
5. Yoki Firnandi divonis 9 tahun penjara, denda Rp 1 miliar subsider 190 hari kurungan.
6. Agus Purwono divonis 10 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 190 hari kurungan.

(mib/isa)

  • Related Posts

    Gagal Nyalip, Pemotor di Bogor Tewas Terlindas Truk Boks

    Jakarta – Kecelakaan lalu lintas melibatkan sebuah sepeda motor dan truk boks di Jalan Raya Narogong, Kecamatan Cileungsi, Bogor, Jawa Barat. Pengendara sepeda motor meninggal dunia akibat kecelakaan itu. “Korban…

    Satgas PRR Pastikan Pemutakhiran Data Penerima Huntara & DTH Dilakukan

    Jakarta – Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera menegaskan terbuka terhadap usulan baru pendirian hunian sementara (huntara) dan daftar penerima baru dana tunggu hunian (DTH) untuk…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *