PDIP Usul BGN Perkecil Cakupan Penerima Manfaat MBG

POLITIKUS PDI Perjuangan Said Abdullah menilai pelaksanaan proyek makan bergizi gratis (MBG) masih harus dievaluasi. Salah satunya perihal target siswa penerima manfaat.

Menurut dia, pendistribusian MBG untuk 3.000 siswa di tiap-tiap dapur umum tak efektif. “Cakupannya bisa lebih diperkecil dari target 3.000 per SPPG menjadi maksimal 1.500 sampai 2.000 siswa,” kata dia dalam keterangan tertulisnya pada Jumat, 27 Februari 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Ketua Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat ini berpendapat cakupan yang lebih kecil membuat SPPG bisa memasak paket makanan itu lebih cepat. Walhasil, ujar dia, waktu pendistribusian ke para murid bisa disesuaikan.

“Dengan demikian makanan tetap higienis,” ucap Said.

Apalagi, dia mengatakan proyek MBG ini bagian dari intervensi pemerintah terhadap perbaikan gizi anak-anak Indonesia. Ketua DPD PDIP Jawa Timur ini mengatakan rata-rata prevelensi gizi kronis anak Indonesia mencapai 19 persen.

“Persentase ini tergolong menengah tinggi, ukuran WHO harus di bawah 10 persen untuk kategori rendah,” kata dia.

Adapun per Januari 2026, proyek MBG sudah menyasar 60 juta penerima manfaat. Sebanyak 22.091 SPPG sudah beroperasi sejak program prioritas pemerintah Prabowo Subianto ini digulirkan pada 6 Januari 2025.

Presiden Prabowo Subianto mengklaim pelaksanaan MBG oleh pemerintahnya telah berhasil. Menurut dia, hal itu terlihat dari jumlah penerima manfaat yang lebih besar dibanding korban keracunan MBG.

“Kalau kita jumlahkan berapa ribu yang keracunan dibandingkan dengan berapa miliar makanan yang sudah kita bagi, statistiknya adalah 0,0087 persen. Artinya apa? Artinya 99,99 usaha MBG harus dinyatakan berhasil,” kata Prabowo pada Senin, 2 Februari 2026.

Ketua Umum Partai Gerindra ini mengklaim, pakar dari Gedung Putih Amerika Serikat ingin mempelajari MBG. Tak hanya itu, kata dia, Rockefeller Institute juga menyatakan MBG adalah investasi terbaik yang bisa dilakukan suatu negara.

Prabowo Subianto berkali-kali mengklaim keberhasilan MBG nyaris sempurna. Sebelumnya, dalam retret Kabinet Merah Putih di rumah pribadinya, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada 6 Januari 2026, Prabowo menyatakan tingkat keberhasilan pelaksanaan program MBG mencapai 99 persen berdasarkan hasil evaluasi.

Dalam agenda itu, Prabowo menekankan keberadaan MBG sebagai program strategis yang dilandasi kepedulian negara terhadap kondisi gizi anak-anak Indonesia. Terlebih, kata, Prabowo. sejumlah kajian menunjukkan persentase anak Indonesia mengalami kekurangan gizi mencapai lebih dari 20 hingga 30 persen. 

Ervana Trikarinaputri berkontribusi dalam penulisan artikel ini
  • Related Posts

    Menbud Dorong Penguatan Ekosistem & Regulasi Perfilman Nasional

    Jakarta – Menteri Kebudayaan RI (Menbud) Fadli Zon menerima audiensi jajaran MD Entertainment yang dipimpin oleh produser film Manoj Punjabi di Kantor Kemenbud, Jakarta. Pertemuan tersebut membahas penguatan ekosistem perfilman…

    Pelarian Bandar Sabu Ko Erwin Terhenti dengan Peluru di Kaki

    Jakarta – Pelarian Erwin Iskandar alias Ko Erwin, bandar sabu di Nusa Tenggara Barat berakhir sudah. Ko Erwin akhirnya ditangkap di Tanjung Balai, Sumatera Utara setelah sepekan ditetapkan dalam daftar…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *