Nyaris 98 Persen Rumah Ibadah Terdampak Banjir Sumatra Sudah Beroperasi

INFO TEMPO – Ramadan 1447 H telah memasuki pekan kedua. Masyarakat terdampak banjir di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat kini dapat kembali menjalankan ibadah dengan lebih tenang. Data terbaru Satuan Tugas Pemulihan dan Rehabilitasi (Satgas PRR) mencatat nyaris 98 persen rumah ibadah di tiga provinsi tersebut telah kembali beroperasi.

Data per 27 Februari 2026 menunjukkan, 1.558 dari total 1.593 fasilitas ibadah terdampak, atau sekitar 97,8 persen, telah dapat digunakan kembali. Pemulihan tersebut memungkinkan masyarakat menjalankan salat tarawih, tadarus, serta berbagai kegiatan keagamaan lainnya selama Ramadan.

Di Aceh, dari 918 rumah ibadah terdampak, sebanyak 906 unit telah beroperasi, sementara 12 masjid masih dalam tahap penyelesaian. Di Sumatra Utara, 552 dari total 571 unit telah kembali digunakan, dengan 19 gereja masih dalam proses. Adapun di Sumatra Barat, 100 dari 104 rumah ibadah terdampak telah berfungsi kembali, dan 4 masjid belum beroperasi.

Secara keseluruhan, masih terdapat 35 rumah ibadah dalam tahap akhir rehabilitasi. Satgas PRR terus melanjutkan penyelesaian agar seluruh fasilitas dapat kembali digunakan sepenuhnya.

Percepatan pemulihan rumah ibadah ini menjadi perhatian Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian selaku Ketua Satgas PRR. Dalam kunjungannya ke Aceh pada hari pertama Ramadan, ia menegaskan rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas publik terus dipercepat, termasuk perbaikan rumah ibadah, sekolah, dan pondok pesantren.

Demikian pula, ketika menghadiri buka puasa bersama di Masjid Agung Islamic Center Lhokseumawe, Tito menyampaikan sukacita dapat kembali melaksanakan ibadah bersama masyarakat. “Saya bahagia bisa ke Aceh merayakan Ramadan bersama masyarakat,” ujarnya.

Ia pun berpesan agar seluruh lapisan masyarakat dapat bersabar dan mengambil hikmah atas peristiwa tersebut. Tito juga mengutip salah satu surah dalam Alquran yang memuat pesan tentang pentingnya sikap sabar.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Di balik kesulitan, Tuhan akan memberikan kebaikan. Kalau dalam bahasa Inggris, things that cannot kill you makes you stronger,” ujarnya. Pada kesempatan itu, ia juga menyerahkan bantuan perlengkapan ibadah sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap kebutuhan spiritual warga pascabencana.

Angka hampir 98 persen dalam data Satgas PRR selaras dengan pernyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar. Dalam rapat bersama pimpinan DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, 18 Februari 2026, mantan Imam Besar Masjid Istiqlal itu menyebut total rumah ibadah terdampak di tiga provinsi mencapai 1.593 unit, dengan 1.558 unit atau 98 persen sudah operasional. “Tinggal 35 unit dan membutuhkan dana Rp 17,5 miliar,” ujarnya.

Upaya percepatan itu juga melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum sebagai bagian dari Satgas PRR. Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan jajarannya telah melakukan pembersihan serta percepatan pemulihan rumah ibadah dan fasilitas pendidikan berbasis keagamaan. “Dalam menghadapi bulan suci Ramadan, kami sedang percepatan pembersihan dan fungsional masjid dan madrasah,” kata Dody. (*)

  • Related Posts

    Penampakan Duit Rp 5 M dalam 5 Koper yang Disita KPK dari Safe House Ciputat

    Jakarta – KPK menyita uang Rp 5,19 miliar dalam lima koper dari sebuah safe house di Ciputat, Tangerang Selatan, terkait kasus suap pada Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC). KPK menampilkan…

    Rudy Susmanto Terbitkan Surat Edaran Gerakan Indonesia ASRI

    INFO TEMPO – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, resmi menerbitkan Surat Edaran Nomor: 100.3.4.2/682-SDA mengenai pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) di wilayah Kabupaten Bogor. Surat ini diterbitkan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *