Jakarta –
Dua mayat perempuan ditemukan warga di bekas asrama Polri (Aspol) Dusun/Desa Rejoagung, Ploso, Jombang. Keduanya merupakan ibu dan anaknya yang masih berusia lima tahun.
Kedua mayat ditemukan di bagian kolam dengan kondisi tanpa busana dan sebagian kulitnya melepuh. Posisi kedua mayat miring sehingga saling berhadapan.
Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Dimas Robi Alexander menjelaskan, secara kasat mata terdapat bagian kulit korban yang terbakar. Namun penyebab kematian korban masih menunggu hasil autopsi dokter forensik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Dari visual sekilas ada beberapa bagian kulit yang terbakar. Akan diperiksa dokter forensik,” jelas Dimas, dikutip detikJatim, Kamis (26/2/2026).
Mayat ibu dan anak diduga berinisial SY (36) dan NCQ (5), warga Desa Balonggebang, Gondang, Nganjuk. Menurut Dimas, 2 hari lalu, suami korban melaporkan hilangnya istri dan putrinya tersebut.
Diduga korban ibu dan anak ini dibakar lantaran ditemukannya barang bukti dua botol bensin. Salah satu botol masih berisi penuh bensin, sedangkan botol satunya sudah kosong.
“Botol ini diduga berisi BBM, masih kami amankan sementara. Kami lakukan penyelidikan untuk mengetahui ini pembunuhan atau apa,” terangnya.
Mayat korban diduga sudah lebih dari dua hari di TKP. Di tubuh korban juga ditemukan warna hitam digua akibat pembusukan.
Berdasarkan keterangan suami, korban dan anaknya meninggalkan rumah pagi hari mengendarai sepeda motor. Kendaraan itu ditemukan di pintu masuk gedung bekas aspol, Dusun/Desa Rejoagung.
Adik kandung SY, Marno Hidayat meyakini 2 mayat di bekas aspol ini merupakan kakak dan ponakannya. SY merupakan anak sulung dari 3 bersaudara asal Desa Jatiganggong, Perak, Jombang.
Menurutnya, SY menikah dengan Nur Yanto (38) dan dikaruniai 2 anak. Salah satunya NCQ (5) yang juga ditemukan tewas di bangunan bekas aspol. Sedangkan putra pertama mereka saat ini kelas 2 SMP.
Baca selengkapnya di sini.
(idn/idh)





