PRESIDEN Prabowo Subianto menyatakan Indonesia siap melakukan berbagai upaya untuk mendorong tercapainya perdamaian di Palestina. Menurut Prabowo, solusi dua negara dengan Palestina yang berdiri merdeka merupakan satu-satunya jalan menuju perdamaian berkelanjutan.
Kepala Negara menyampaikan ini dalam pengantar pertemuan bilateral dengan Raja Kerajaan Yordania Hasyimiah, Raja Abdullah II ibn Al Hussein.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
“Ya, Indonesia berkomitmen untuk melakukan apa pun yang dapat kami lakukan demi tercapainya solusi yang langgeng. Menurut pandangan kami, satu-satunya solusi yang benar-benar berkelanjutan adalah solusi dua negara dengan Palestina yang merdeka,” ucap Prabowo di Istana Basman, Amman, Kerajaan Yordania, pada Rabu, 25 Februari 2026, dikutip dari keterangan resmi Sekretariat Presiden.
Eks Menteri Pertahanan ini menjelaskan, keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace alias Dewan Perdamaian dan dukungan terhadap rencana 20 poin yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump merupakan bagian dari kontribusi aktif Indonesia dalam mencari solusi jangka panjang bagi konflik di Tanah Palestina. “Semuanya dilakukan dengan tujuan dan upaya untuk melakukan apa pun yang kami bisa, guna mencapai solusi yang langgeng tersebut,” kata Prabowo.
Indonesia resmi ikut serta dalam Board of Peace yang diinisiasi Presiden AS Donald Trump pada Kamis, 22 Januari 2026 lalu. Presiden Prabowo bahkan menandatangani langsung piagam Dewan Perdamaian di sela-sela World Economic Forum yang berlangsung di Davos, Swiss.
Tak sampai sebulan kemudian, Prabowo menghadiri pertemuan perdana Dewan Perdamaian di Washington, D.C., Amerika Serikat. Turut hadir dalam agenda itu Presiden Trump, Wakil Presiden AS James David Vance alias JD Vance, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, utusan khusus Steve Witkoff, hingga penasihat senior Gedung Putih sekaligus menantu Trump, Jared Kushner.
Beberapa pemimpin negara anggota lainnya yang juga hadir antara lain dari Albania, Argentina, Armenia, Azerbaijan, Bahrain, Kazakhstan, Hungaria, Pakistan, Paraguay, Uzbekistan, Vietnam, dan Mesir. Kemudian, ada juga perwakilan dari Belarusia, Yordania, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Turki, dan Israel.
Dalam konferensi tingkat tinggi (KTT) tersebut, Prabowo kembali mengumumkan kesiapan Indonesia untuk mengirimkan pasukan ke Jalur Gaza bersama Dewan Perdamaian. Indonesia juga ditunjuk menjadi wakil komandan pasukan tersebut.
Seusai mengikuti rapat perdana Dewan Perdamaian, Prabowo mengklaim bahwa kondisi di Jalur Gaza, Palestina telah membaik. Wilayah Palestina yang berbatasan dengan Mesir dan Israel itu sebelumnya berada di bawah gempuran militer Israel.
Prabowo mengatakan saat ini situasi di Gaza lebih baik dibandingkan situasi di sana dalam beberapa tahun terakhir. Ia percaya warga Gaza telah mendapat cukup kebutuhan hidup.
“Sementara saya kira aliran bantuan makan, kebutuhan rakyat Gaza, saya kira tertinggi dalam beberapa tahun. Jadi, makan cukup, kebutuhan-kebutuhan lain mengalir deras,” kata Prabowo di Washington D.C., Amerika Serikat, pada Kamis, 19 Februari 2026 waktu setempat.
Menurut Prabowo, Indonesia bertekad untuk mencapai keberhasilan lewat Dewan Perdamaian buat rakyat Palestina. “Kami tentunya komit, tadi beberapa negara-negara muslim semua menegaskan komitmen kita untuk benar-benar mencapai lasting peace,” katanya.






