Menpan-RB: Belum Ada Rencana Penghapusan PPPK Paruh Waktu

MENTERI Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini mengatakan belum ada rencana menghapus status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau PPPK paruh waktu. Pernyataan ini disampaikan mengklarifikasi kabar beredar yang menyebut terdapat penghapusan PPPK paruh waktu mulai tahun ini. 

“Enggak ada (penghapusan PPPK paruh waktu). Mereka juga baru diangkat masa mau dihapus, kasihan dong,” kata Rini saat ditemui di Kantor Kemenpan-RB, Jakarta, Selasa, 24 Februari 2026. 

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Adapun Skema PPPK paruh waktu merupakan suatu bentuk pengangkatan ASN berdasarkan sistem kerja perjanjian yang bersifat tidak penuh waktu (part-time). Dalam pelaksanaannya, pegawai yang diangkat melalui skema ini akan mendapatkan kompensasi berupa upah yang besarannya disesuaikan dengan ketersediaan anggaran masing-masing instansi pemerintah.

Rini mengatakan PPPK Paruh Waktu memang kontrak kerja sementara. Skema ini dibuat untuk mencegah terjadinya pemutusan kerja atau PHK terhadap para pegawai di instansi pemerintah yang tidak lolos dalam seleksi PPPK 2024 karena keterbatasan kuota. 

Namun begitu, Rini memastikan hingga saat ini belum ada rencana penghapusan PPPK Paruh Waktu. “Saya baru mendengar tuh ada penghapusan PPPK Paruh Waktu. Belum ada,” kata dia. 

Sebelumnya, sejumlah media pemberitaan online ramai-ramai melaporkan bahwa pemerintah resmi menghapus skema PPPK Paruh Waktu melalui revisi Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (UU ASN). Seperti dimuat oleh BeritaSatu.com, okepost.id pada 13 Februari 2026, keduanya melaporkan bahwa mulai tahun ini PPPK Paruh Waktu harus diangkat menjadi PPPK penuh waktu dengan seleksi kembali. 

Keduanya bahkan mengutip pernyataan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi yang menyebut langkah ini bertujuan menciptakan standar pelayanan publik yang sama di seluruh daerah. 

  • Related Posts

    Banjir di Makassar, 545 Warga Pengungsi Dievakuasi ke 6 Titik

    Jakarta – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), melaporkan sebanyak 545 warga mengungsi akibat banjir. Mereka dievakuasi ke enam titik lokasi yang tersebar di Kecamatan Manggala dan…

    Viral Kades Hoho Dicopot Gegara Ditegur Menteri Imipas soal Tato, Ternyata Hoaks!

    Jakarta – Viral narasi Kepala Desa Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah (Jateng), bernama Hoho Alkaf diboikot dari jabatannya lantaran ditegur soal tato di sekujur tubuhnya oleh Menteri Imigrasi…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *